Pengakuan Islah Bahrawi Usai Dikuntit OTK, Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Islah Bahrawi klaim jadi korban penguntitan OTK saat jalani proses hukum dugaan makar, publik soroti keamanan aktivis.
Ringkasan Berita:
- Direktur Eksekutif JMI Islah Bahrawi mengaku mengalami penguntitan OTK selama hampir 20 hari.
- Ia menyebut pola mirip kasus aktivis KontraS Andrie Yunus.
- Islah melaporkan dugaan penguntitan terjadi di rumah dan area publik, bahkan melibatkan motor berpelat palsu.
- Kasus ini muncul di tengah proses hukum dugaan makar yang menjeratnya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi mengaku menjadi korban penguntitan yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK).
Pernyataan itu disampaikan Islah saat mendatangi Polda Metro Jaya untuk memenuhi undangan klarifikasi terkait laporan dugaan penghasutan dan makar, Rabu (10/6/2026).
Islah mengatakan dirinya mulai menyadari adanya aktivitas penguntitan dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut dia, pola yang dialaminya memiliki kemiripan dengan kasus yang sebelumnya dialami aktivis KontraS, Andrie Yunus.
"Kami akan rembuk bersama dan melakukan langkah-langkah berikutnya berdasarkan keputusan kawan-kawan tapi sementara ini memang polanya, seperti yang sudah kami analisis, kurang lebih sama seperti yang dilakukan kepada Andrie Yunus," kata Islah kepada wartawan.
Baca juga: Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya, Islah Bahrawi Bantah Lakukan Penghasutan dan Makar
Ia menegaskan praktik penguntitan atau surveillance tersebut benar-benar dialaminya.
"Saya sekali lagi ingin menegaskan bahwa penguntitan, surveillance, itu terjadi kepada saya," ujarnya.
Saat ditanya sejak kapan penguntitan itu terjadi, Islah mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan aktivitas tersebut dimulai.
Namun, ia menyebut mulai menyadarinya sejak hampir 20 hari terakhir.
"Kalau sampai hari ini mungkin kurang lebih, saya sadarnya ya. Saya enggak tahu mereka memulai dari sejak kapan, tapi saya sadarnya kurang lebih sudah hampir 20 hari," ucapnya.
Dalam konferensi pers di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026), Islah mengungkap penguntitan itu terjadi di area parkir sekitar Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Tanjung Barat.
"Nah, besoknya saya temukan di parkiran Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan di Ranco," kata Islah.
Menurut Islah, sepeda motor yang ditemukannya memiliki ciri-ciri yang sama dengan kendaraan yang selama ini kerap terlihat di sekitar rumahnya
Ia juga menuding kendaraan tersebut menggunakan pelat nomor palsu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/FOTO-Direktur-Eksekutif-Jaringan-Moderat-Indonesia-JMI-Islah-Bahrawi.jpg)