Pemilukada DKI
Masa Tenang Spanduk Cagub DKI Masih Mejeng di Jalanan
Atribut kampanye sejumlah calon gubernur dan wakil hubernur DKI Jakarta masih tampak terlihat di wilayah ibukota. Padahal
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Atribut kampanye sejumlah calon gubernur dan wakil hubernur DKI Jakarta masih tampak terlihat di wilayah ibukota. Padahal saat ini, Pilkada DKI sudah memasuki masa tenang.
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta bersama Satuan Pamong Praja (Satpol PP) dan tim sukses pasangan calon menertibkan sebanyak 23.435 atribut kampanye di lima wilayah dan satu kota administrasi DKI Jakarta.
Penertiban atribut kampanye ini terkait dengan berakhirnya masa kampanye bagi para calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Sabtu (7/7/2012) kemarin.
Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah melaporkan penertiban kampanye di lima wilayah yakni Kepulauan Seribu 86 atribut, Jakarta Pusat (3.932), Jakarta Utara (1.345), Jakarta Barat (7.275), Jakarta Timur (9.083), Jakarta Selatan (1.732).
Namun pantauan Tribunnews.com, terlihat masih terdapat spanduk-spanduk yang belum diturunkan. Terlihat spanduk Faisal-Biem dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli di Jalan Warung Buncit, Alex-Nono di kawasan Jagakarsa.
Selain itu poster, leaflet, dan pamflet Hendardji-Riza dan Hidayat-Didik di setiap tembok jalan.
Ramdansyah mengatakan, penurunan alat peraga seharusnya tanggungjawab peserta Pilkada DKI Jakarta. Ramdansyah mengatakan, malam tadi semua pasangan calon mengadakan rapat kecuali pasangan Alex-Nono dan Faisal-Biem.
Mereka sepakat menurunkan alat peraga pada pukul 24.00 WIB yang berfokus di jalan protokol ibukota.
"Mereka sepakat digunakan Panwaslu sebagai tempat titik apel dan menggunakan kendaraan untuk penurunan alat peraga," ujarnya.
Selain itu, mereka bersepakat bahwa yang menurunkan alat peraga adalah tim sukses pasangan calon bukan Satpol PP. Ramdansyah menjelaskan pasangan Jokowi-Ahok menerjunkan 25 relawan, Hendardji-Riza sebanyak 5 relawan, Fauzi-Nachrowi 10 relawan dan Hidayat-Didik 10 relawan.
"Timses sendiri yang menurunkan baliho, jadi pada sumber daya pasangan calon sendiri. Sehingga enggak bisa semua menangani," ujarnya.
Ramdansyah mengatakan, tim sukses tidak memiliki perangkat untuk menurunkan baliho. Selain itu kekhawatiran akan kecelakaan bila menurunkan dari tempat tinggi.
"Maka diturunkan di H-2 dan H-1. Jadi nanti malam, dimana pada hari H, 100 meter menuju TPS tidak boleh ada alat peraga, maka kita meminta satpol PP. Satpol PP punya skill dan alat. Artinya hari ini masih ada alat peraga enggak masalah," imbuhnya.