Film Innocence of Muslims
Massa PKS Mulai Bergerak Mendekati Kantor Kedubes AS
Terkait rencana Aksi protes massa dari DPW Partai Keadilan Sejathtera di depan Kantor Kedubes AS
TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Terkait rencana Aksi protes massa dari DPW Partai Keadilan Sejathtera di depan Kantor Kedubes AS, dalam aksi bertajuk "Muhazharah Akbar, ratusan massa PKS nampak mulai memadati area di sekitar Kantor Kedubes AS. Di kawasan Monas di parkir IRTI juga nampak banyak kelompok orang beratribut PKS.
Aksi 'Muhazharah Akbar' ini ditargetkan akan dihadiri 100 ribu kader, simpatisan dan masyarakat umum di sekitar Jakarta. Selain itu Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, Anggota DPR Al Muzammil Yusuf, Habib Nabil Al Musawa,Ketua DPW PKS Jakarta Slamet Nurdin, Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana serta tokoh tokoh nasional Slamet Efendy Yusuf dari Nahdatul Ulama, Politisi Senior PDIP Sabam Sirait akan ikut berorasi di lokasi.
PKS ingin menyampaikan pesan secara simpatik dan damai namun tegas terutama kepada Pemerintah AS dimana masih lambat dalam menangani penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh warga negara dan lembaga di AS
"PKS ingin menuntut agar Pemerintah AS segera bersikap tegas terhadap pelaku penista agama. Selain itu, standar ganda pemerintah AS dalam menindak penista agama harus dievaluasi. Yang ketiga PKS mendukung langkah Presiden SBY yang mengusulkan dibuatnya protokol internasional antipenistaan agama," terang Staf Humas DPP PKS Dedy Supriadi.
Dalam aksi hari ini juga rencananya akan dilakukan secara simbolik pemberian beberapa buku tentang sejarah Nabi Muhammad saw, kepada perwakilan Kedubes AS di Jakarta diantaranya buku "Muhammad" karya Karen Amstrong dan "The 100 A Rangking Of The Most Influential Persons in History" karya Michael S Hart. PKS ingin AS dan negara-negara barat memahami siapa sosok Nabi Muhammad SAW secara komprehensif dan dari sudut pandang mereka sendiri.
Sementara itu, pihak kepolisian nampak melakukan penjagaan di sekitar area kantor kedubes AS. Selain dikelilingi pagar berduri, nampak kendaraan water cannon dan barracuda terparkir tepat di depan kantor kedubes AS.
Seperti diketahui film berjudul “Innocence of Muslims” mengundang protes di berbagai belahan dunia. Dalam film berdurasi dua jam itu Nabi Muhammad digambarkan sebagai seorang penipu, lelaki hidung belang yang lemah dan gemar melakukan pelecehan seksual terhadap anak (pedofil).
Di Jakarta sendiri, tercatat sejak 14 September 2012 hingga akhir bulan ini ada beberapa kali aksi protes dari berbagai elemen massa di depan Kedubes AS.
Aksi protes pertama dilakukan oleh 500 massa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Jumat (14/9/2012) lalu.
Kemudian, 17 September 2012, aksi protes kedua dilakukan oleh Forum Umat Muslim (FUI) yang berlangsung ricuh. Kemudian pada 19 September 2012, aksi dari Pandu Keadilan Partai Keadilan Sejahtera.
Dan terakhir aksi dari puluhan orang yang mengatasnamakan kelompok Ahlul Bait Indonesia (ABI) Jumat (21/9/2012).
METROPOLITAN POPULER