Selasa, 28 April 2026

Pensiunan TNI Jadi Korban Penipuan Calo di Terminal Pulogadung

Nasib nahas menimpa seorang purnawirawan TNI, Suparlan yang menjadi korban aksi premanisme di Terminal Pulogadung

Tayang:
Penulis: Wahyu Aji

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nasib nahas menimpa seorang purnawirawan TNI, Suparlan yang menjadi korban aksi premanisme di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur.

Suparlan mengungkapkan, musibah itu berawal saat seorang calo tiket mengantarnya ke loket. Ia pun diminta membayar Rp145 ribu, dengan fasilitas bus yang sudah disepakati sebelumnya.

Tanpa berpikir panjang, dirinya pun segera membayar. Namun kemudian dia merasa kecewa dan ditipu, karena bus yang akan mengangkutnya tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya.

"Saya mau pulang ke Pekalongan, Jawa Tengah. Perjalanan kan jauh. Eh dikasih busnya seperti bus sayur, kecil dan penuh sesak. Saya lalu minta turun," katanya saat ditemui di Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (21/12/2012).

Tak tinggal diam, Suparlan kemudian memprotes sang calo dengan meminta bus yang pantas dengan uang yang dibayarkan. Namun oleh calo, dia dimintai uang lagi sebesar Rp 50 ribu jika ingin bus yang layak.

"Ini penipuan. Bagaimana dengan orang lain, saya yang mantan tentara saja ditipu begini," katanya.

Tak hanya Suparlan, salah seorang calon penumpang tujuan Madiun, Jawa Timur yang enggan disebut namanya juga mengalami kejadian serupa. Bahkan ketika uang Rp 200 ribu yang dia minta kembali karena bus yang tidak cocok, pihak preman loket mengajaknya berkelahi.

"Mau jadi jagoan kau, mau nantang?," kata si calo.

"Siapa yang mau berkelahi Pak," jawab penumpang itu pelan.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Pulogadung Kompol R Hari Purnomo mengatakan siap menindak aksi premanisme para calo tiket. Ia mengimbau bagi para penumpang untuk tidak ragu melaporkan tindakan para calo itu.

"Kalau ada yang merasa diperlakukan seperti itu, datang aja ke Pospol di sana. Nanti kami akan koordinasi dengan agennya, kami tegur. Ada Pospol gunanya kan itu," jelasnya.

Lebih lanjut Hari mengungkapkan sejauh ini belum ada laporan mengenai kelakuan kasar para calo dan preman di Terminal Pulogadung. Menurutnya, tindakan itu bisa masuk ranah pidana seperti perbuatan tidak menyenangkan, pemaksaan, pemerasan bahkan sampai pada kekerasan dan lainnya.

"Biasanya mereka tidak lapor karena tidak mau direpotkan atau takut ketinggalan bus. Kalau takut dengan calo itu nggak ya," katanya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved