Sabtu, 30 Agustus 2025

Ini Saran Australia Soal Bus TransJakarta

Basuki menjelaskan, menurut AusAID, penambahan Bus TransJakarta harus diiringi penambahan SPBG.

TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Petugas mengisi bahan bakar gas ke armada TransJakarta, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Eco Station baru di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2013). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan, pertemuannya dengan pihak Australia AID (AusAID) kemarin malam, membicarakan transportasi umum di Jakarta.

Perbincangan kedua pihak mengenai penambahan bus, khususnya Bus TransJakarta yang rencananya ditambah sebanyak 1.000 unit.

"Dia kasih masukan. Jadi, dia kasih tahu bagaimana bisa menambah bus jadi banyak," ujar Basuki di Balai Kota, Jakarta, Selasa (21/5/2013).

Basuki menjelaskan, menurut AusAID, penambahan Bus TransJakarta harus diiringi penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), sebagai bahan bakar Bus TransJakarta.

Basuki menuturkan, AusAID menilai pengintegrasian bus sedang seperti Kopaja masuk ke jalur busway, tidak tepat.

"Kamu jangan mengintegrasikan Kopaja ke dalam, karena makin pendek jumlahnya. Harusnya di jalur itu cukup besar," papar Basuki.

Menurut Basuki, AusAID mendukung langkah Pemprov DKI menjadikan TransJakarta sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), agar dapat dikelola dengan maksimal.

"Mereka menyarankan TransJakarta menjadi BUMD, karena ini adalah bisnis yang besar. Supaya dikelolanya lebih leluasa," terangnya. (*)

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan