Pedagang Pasar Kalibaru Resah Rencana Pemutusan Listrik
Mereka resah lantaran sudah harus pindah ke dalam kios
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Fitriyandi Al Fajri
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan pedagang PD Pasar Kalibaru yang saat ini berjualan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) lantaran bangunannya direhabilitasi total, mengaku resah dengan adanya rencana pemutusan listrik dan pengosongan pedagang yang dilakukan pengelola pasar.
Mereka resah lantaran sudah harus pindah ke dalam kios, sementara pasar yang sudah di rehab total sejak Oktober 2012 lalu itu belum selesai dibangun.
Dalam surat perintah yang dikeluarkan oleh Manager Area Utara II PD Pasar Jaya pada Selasa (29/10/2013), para pedagang diberi batas terakhir hingga 15 September ini untuk mengosongkan lapaknya. Kemudian aliran listrik akan diputus pada hari ini atau Sabtu (16/112013) .
Salah seorang pedagang pakaian wanita, Prita (54) mengaku belum mau membeli kios dan pindah ke dalam karena pengerjaan kios belum selesai.
"Di dalam itu harga kiosnya mahal, sudah begitu, pasarnya saja masih di pagari seng, bagaimana pembeli mau masuk. Saya khawatir kalau berdagang di dalam nanti tidak laku," kata dia.
Terkait dengan adanya surat yang memberi batas waktu hari ini kepada para pedagang untuk membersihkan kiosnya, Prita, mengaku pasrah dan tetap akan berdagang seperti biasa.
"Dari pada saya merugi, lebih baik saya nekat saja berjualan disini walaupun nanti tidak ada listrik," ujarnya.