Empat Bayi Lahir di RS Persahabatan saat Tanggal 'Cantik'

Suara tangisan itu berasal dari bayi berbobot 2,7 kilogram dengan panjang 48 sentimeter.

Empat Bayi Lahir di RS Persahabatan saat Tanggal 'Cantik'
TRIBUNNEWS.COM/WAHYU AJI
Bayi-bayi yang lahir di tanggal cantik , di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (11/12/2013). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pukul 09.27 WIB, Rabu (11/12/2013), suara tangisan bayi memecah ruang persalinan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur.

Suara tangisan itu berasal dari bayi berbobot 2,7 kilogram dengan panjang 48 sentimeter. Bayi itu selanjutnya dibawa ke tempat penerimaan bayi baru, ruang level I, di lantai 3.

"Saya sendiri baru lihat anak saya sekarang," kata Arif, saat anaknya dibawa menuju ruang inap istrinya, Diyanah, di Ruang Anggrek 3, Rabu (11/12/2013).

Hari ini sangat spesial bagi keluarga kecil tersebut. Warga Cakung Barat, RT 04/01, Jakarat Timur, baru memiliki anak pertama. Nama anak pun sudah disiapkan, yakni Ahmad Alfero Wijayawandi. Bayi itu dipertemukan dengan ibunya di ruang inap tersebut.

"Sama seperti orangtua lainnya, saya harap anak saya menjadi anak berbakti dan bermanfaat buat orang banyak. Saya senang sekali," tutur Diyanah sambil terus tersenyum.

Yuli Kasih, dokter anak RS Persahabatan mengatakan, hari ini ada empat bayi yang lahir di tanggal cantik. Keempatnya lahir melalui proses cesar.

"Total hari ini empat bayi lahir. Semuanya melalui proses cesar," ujarnya.

Menurut Yuli, dari empat bayi yang dilahirkan, dua di antaranya memang sudah dijadwalkan untuk melahirkan di tanggal cantik. Sedangkan dua bayi lainnya terpaksa dilahirkan hari ini, karena dalam keadaan darurat.

"Dua bayi memang sudah dijadwalkan melahirkan hari ini, semua dalam kondisi sehat. Tapi, dua lagi lahir karena ada keadaan darurat. Satu bayi masih dalam observasi, karena air ketubannya sudah berubah warna," ungkapnya.

Yuli tidak mengetahui persis apakah tanggal persalinan ini sengaja disiapkan oleh orangtua atau tidak. Sebab, sepengetahuannya, penjadwalan dilakukan oleh dokter kandungan.

"Dokter biasanya punya pertimbangan layak atau tidak dilahirkan, lalu dilihat juga jadwal kamar operasinya, kosong atau tidak. Mungkin pas jadwalnya kosong, jadi bisa bersalin hari ini," jelasnya. (*)

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved