Banjir Jakarta
Untuk Jakarta,Segera Terapkan Gerakan Stop Buang Sampah Sembarangan!
Gerakan stop bertindak yang bukan pada tempatnya perlu terus didengungkan agar menjadi sebuah budaya warga Jakarta
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persoalan banjir di Jakarta seakan tidak pernah usai tiap tahunnya. Guna mencegah kemungkinan terjadinya banjir yang berulang perlu digalakkan gerakan membuang sampah pada tempatnya serta tidak lagi mendirikan bangunan di daerah resapan air.
"Gerakan stop bertindak yang bukan pada tempatnya perlu terus didengungkan agar menjadi sebuah budaya yang masif dianut segenap warga Jakarta. Demi mewujudkan Jakarta sebagai kota yang layak tinggal. Stop buang sampah sembarangan, stop mendirikan bangunan di daerah resapan air," kata Calon Anggota DPD, Rommy dalam pernyataannya, Selasa(14/1/2014).
Menurut Rommy, hal tersebut bisa dikampanyekan oleh masyarakat sendiri terhadap masyarakat yang lain dengan cara saling mengingatkan.
Namun, yang paling utama, ditengah masyarakat yang agak sulit menerapkan aturan seperti di Jakarta, peran pemerintah sangat diperlukan.
"Untuk itu saya mengimbau Pemprov DKI untuk melakukan dua hal yang sangat penting. Satu, stop memberikan izin mendirikan bangunan (area resapan dll). Dua, stop untuk memberi kemudahan, jika ada warga yang salah sebaiknya segera diberi tindakan agar tidak mengulangi kesalahan yang berakibat fatal dan bisa dibuat contoh untuk memberi efek jera kepada pelanggar aturan,"kata Rommy.
Dengan memulai untuk merubah kebiasaan yang tidak pada tempatnya lanjut Rommy, semoga akan tercipta kehidupan yang layak untuk tinggal di kota Jakarta.
Adapun untuk usulan positif lainnya lanjut Rommy warga Jakarta juga bisa segera melakukan hal positif seperti stop menyeberang sembarangan (untuk pejalan kaki), stop berkendara yang bukan pada tempatnya (road sharing) beri akses sepeda, tidak pakai trotoar dan tidak masuk jalur Trans Jakarta (untuk pemilik kendaraan bermotor).
Kemudian, stop untuk tidak berjualan di bukan tempatnya (contoh PKL di jembatan penyeberangan, di trotoar, dan memakai ruas jalan).
"Enam, stop untuk tidak naik atau turun kendaraan umum bukan pada tempatnya (untuk pengguna transportasi umum selain Trans Jakarta),"tutup Rommy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140106_142019_trotoar-dijadikan-tempat-pembuangan-sampah.jpg)