Tertipu SMS Berhadiah, Rp 24 Juta Amblas
Penipuan bermodus undian berhadiah lewat pesan instan short message service (SMS) kembali menelan korban.
Laporan wartawan Wartakota, Budi Sam Law Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penipuan bermodus undian berhadiah lewat pesan instan short message service (SMS) kembali menelan korban.
Kali ini Hilman (27), warga Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan tertipu dengan modus tersebut dan harus merelakan uangnya sebesar Rp 24 juta. Hilman pun melaporkan apa yang menimpanya ke Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (14/2/2014).
Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan, Kompol Aswin, menuturkan, dari laporan Hilman diketahui awalnya Hilman menerima SMS dari nomor tak dikenal yang mengatakan dirinya mendapat undian berhadiah dari PT Telkomsel sebesar Rp 25 juta, pada Kamis (13/2/2014).
Senang dengan kabar itu, Hilman langsung mengontak nomor telepon pengirim SMS untuk mengonfirmasinya. Dari seberang telepon, suara seorang laki-laki, mengenalkan diri bernama Jaya Poernomo, yang menjabat sebagai Ketua Panitia Undian Berhadiah PT Telkomsel.
"Korban pun percaya dan menanggapi pernyataan pelaku," katanya.
Melalui telepon, Jaya menyatakan Hilman beruntung karena sudah memenangkan hadiah undian uang Rp 25 juta. Dari obrolan telepon itu, Jaya meminta nomor rekening Hilman karena akan dikirimi uang hadiah sebesar Rp 25 juta.
Syarat yang diajukan Jaya, kata Aswin, rekening Hilman harus memiliki saldo minimal Rp 20 juta. Hilman pun memberikan nomor rekeningnya yang memiliki saldo sebesar Rp 24 juta.
Setelah menerima nomor rekening Hilman, Jaya berjanji akan langsung mengirim uang hadiah Rp 25 juta ke rekening Hilman. Jaya juga meminta Hilman segera mengeceknya ke ATM.
Tak berapa lama, Hilman pun langsung meluncur ke ATM Center Duta Mas Fatmawati, Jakarta Selatan. Ia berharap saldo di rekeningnya bertambah.
Namun di sana Himan kecewa karena uang hadiah yang dijanjikan Jaya belum juga masuk. Hilman pun kembali menelepon Jaya.
Saat itu, Jaya meminta Hilman untuk mengikuti petunjuknya dan menekan angka-angka di tombol mesin ATM seperti yang dimaksud Jaya.
Hilman menuruti kemauan Jaya, dan berharap uang hadiah Rp 25 juta langsung masuk ke rekeningnya.
"Namun setelah memencet tombol ATM sesuai permintaan Jaya, dari mesin ATM justru keluar hasil print yang menerangkan rekening Hilman sudah mentransfer uang Rp 24 juta," katanya.
Uang ditransfer ke rekening 0960735960 atas nama Jaya Poernomo.
Hilman akhirnya tersadar ia justru transfer uang ke orang lain dan bukannya menerima uang di rekeningnya.
Hadiah undian yang diharapkan Hilman sirna, sekaligus uang sebesar Rp 24 juta di dalam rekeningnya raib.
Hilman akhirnya mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat dan melaporkannya kejadian yang menimpanya.
"Kasusnya masih dalam penyelidikan," kata Aswin.
Aswin mengimbau masyarakat agar tidak percaya dengan modus-modus penipuan berkedok undian berhadiah ini.
"Masyarakat jangan mudah percaya pada SMS atau telepon yang tak dikenal dan mengiming-imingi hadiah dengan jumlah tertentu," katanya.
Sebab, kata Aswin, untuk undian yang benar dan resmi, penyelenggara tidak akan mengirimkan hadiah uang dengan cara transfer uangnya.
"Undian yang benar dan resmi, hadiah berupa uang akan diberikan di depan panitia dengan disaksikan pihak terkait dan berwenang lainnya. Jadi bukan dengan cara transfer seperti itu," ujar Aswin.