Kamis, 7 Mei 2026

Polisi Ditembak

Sebelum Penembakan, Susanto dan Pamudji Bergelut Rebutan Senpi

Brigadir Susanto akhirnya mengakui dia sebagai pelaku penembakan terhadap atasannya AKBP Pamudji

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan
Tribunnews.com/Wahyu Aji

Karenanya terjadi perselisihan diantara keduanya saat itu. Bahkan Susanto berupaya merebut senjata api dinasnya yang berada di kantong celana Pamudji. Namun Pamudji tetap mempertahankannya dan saling rebut terjadi disertai pergelutan keduanya sembari berdiri.

"Terjadilah sedikit pertahanan dari korban. Saat itu tangan korban memegang pelatuk dan meletus. Ada perebutan dan meletus, terjadi rikoset," tegas Heru.

Menurut Heru, senjata api milik Brigadir S sempat meletus satu kali ketika hendak diambil dari tangan korban dan terjadi saling rebut. "Saat itu korban sempat teriak 'Astagfirullah Alazim'. Tembakan pertama meleset dan hanya mengenai tembok," papar Heru.
Karena kalah tenaga, senjata berhasil direbut Brigadir Susanto yang langsung menembakannya ke kepala AKBP Pamudji hingga tewas bersimbah darah. "Senjata itu, berhasil direbut tersangka dan terjadilah penembakan itu," katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menuturkan penyidik masih melakukan pendalaman mengapa tersangka berusaha merebut senjata api dari Pamudji.

"Hal tersebut masih proses pendalaman, karena waktunya singkat. Cuma memang proses mintanya tidak pantas sehingga terjadilah perebutan. Jadi, tangan mereka ke atas dua-duanya saat perebutan. Lalu terjadi tembakan pertama. Setelah itu, senjata dapat direbut, tangan korban sempat diturunkan tersangka dan ditembak kepalanya, kena pelipis," papar Rikwanto.(Budi Malau)

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved