Kamis, 14 Mei 2026

Sebelum Tewas Disambar Kereta, Pelajar SMK Malaka Serang SMK Budi Murni

Aksi penyerangan yang dilakukan pelajar SMK Malaka berbuntut rusaknya bangunan SMK Budi Murni, Selasa (19/8/2014) sore.

Tayang:
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Gusti Sawabi
Wahyu Aji/Tribunnews.com
Pelajar tawuran di Bekasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aksi penyerangan yang dilakukan pelajar SMK Malaka berbuntut rusaknya bangunan SMK Budi Murni, Selasa (19/8/2014) sore. Bentrok pun berlanjut dan menyebabkan Deni Esmarudi (16), pelajar SMK Malaka tewas akibat tersambar kereta usai tawuran di pinggir rel kereta api, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Menurut Agus salah seorang penjaga sekolah SMK Budi Murni mengatakan, dalam kejadian sekitar pukul 14.30 WIBb itu, rombongan pelajar SMK Malaka datang dan langsung memaksa masuk ke dalam sekolah SMK Budi Murni.

"Kejadian tadi siang, posisi saya lagi mau mengunci pintu gerbang tiba-tiba didorong oleh puluhan pelajar. Mereka juga menimpuk kaca sekolah dengan batu," kata Agus kepada wartawan, Selasa (19/8/2014).

Melihat kebrutalan para pelajar, Agus memilih menyelamatkan diri. Pelajar yang membekali diri dengan senjata tajam itu langsung merangsek masuk ke dalam sekolah dan mulai melakukan pengrusakan.

"Mereka membawa senjata tajam semua dan mengancam saya kalau tidak minggir. Begitu pintu terbuka mereka langsung masuk ke kelas-kelas dan merusak kaca," tuturnya.

Usai memecahkan kaca jendela sekolah, rombongan tersebut juga merusak motor milik siswa yang tengah terparkir di halaman sekolah. Tak hanya itu, gerbang sekolah juga menjadi sasaran.

"Gerbang dicoret-coret. Kaca jendela ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang laboratorium hancur semua," jelas Agus.

Diberitakan, Dedi tewas saat tengah berlari menghindari serangan balasan dari SMK Budi Murni.

Seorang pelajar SMK Malaka yang yang berhasil diamankan petugas Polsek Duren Sawit, FE (16) mengakui, Dedi dan puluhan pelajar SMK Malaka melakukan penyerangan dan perusakan ke sekolah Budi Murni.

Namun, rombongan tersebut mundur ketika mengetahui jumlah lawannya lebih banyak. Puluhan siswa tersebut lari kocar-kacir ke arah perlintasan kereta. Nahas, Dedi tak melihat adanya kereta datang dan akhirnya tertabrak.

Tags
tawuran
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved