Rabu, 8 April 2026

Rencana Mobil Dinas Baru DPRD Bekasi Ditolak Anggota Sendiri

Namun Ronny mempersilakan jika Pemkot menganggarkan mobil dinas baru itu, asal tidak semua anggota Dewan ganti mobil baru

Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI --  Rencana pembelian mobil dinas baru oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi yang baru dilantik mendapat penolakan dari kalangan DPRD sendiri.

"Saya menolak, saya tetap mau pakai mobil dinas yang lama saja, meskipun sudah 5 tahun tapi masih layak," ungkap Ronny Hermawan, salah satu anggota Dewan dari Partai Demokrat yang kembali terpilih, Sabtu (23/8/2014).

Namun Ronny mempersilakan jika Pemkot menganggarkan mobil dinas baru itu, asal tidak semua anggota Dewan ganti mobil baru. "Nggak perlu beli semua. Sayang uangnya, kalau mau, tarik aja yang masih diluar atau nggak maksimal digunakan," ujarnya.

Anggaran mobil dinas baru itu, kata dia, lebih baik untuk hal lain yang lebih bermanfaat seperti pembangunan sarana pendidikan, perbaikan jalan rusak, upgrade Puskesmas dan RSUD, atau membeli mobil sampah. "Artinya, kalau pun mau dianggarkan, harusnya selektif. Ditanyakan aja dulu ke anggota Dewan, jika tetap pakai kendaraan yang lama, kan malah bagus," imbuhnya.

Mestinya, sambung dia, baik legislatif maupun eksekutif memilih langkah penghematan anggaran di tengah kebutuhan anggaran buat publik yang semakin besar. "Setiap kebijakan seyogianya dibicarakan, duduk barenglah. Saya yakin anggota Dewan yang baru juga mengedepankan kepentingan warga," ujarnya.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi membenarkan adanya rencana pembelian mobil dinas baru itu pada RAPBD-Perubahan. Namun hingga akhir pekan ini pihaknya belum menerima usulan dari Ketua DPRD. "Nggak mungkin langsung walikota yang menganggarkan. Penggunannya siapa? Kalau DPRD yang pakai, nanti DPRD yang ajukan permohonan ke eksekutif. Kami memutuskannya juga melalui rapat kinerja bersama Dewan," ujarnya.

Soal berapa nilai anggaran, kata Rahmat Effendi, tergantung pada jenis mobil apa yang diusulkan. "Itu nanti sesuai kesepakatan, tapi harus ada proses permohonan dari Dewan, nanti dibahas dan diputuskan bersama," imbuhnya.

Rahmat Effendi mengelak rencana pembelian mobil dinas baru itu sebagai pemborosan anggaran. "Kalau dilihat EeeEeeqpemborosan anggaran, kita semua nanti jadi orang sufi. Kita juga butuh buat Puskesmas, UPTD, Dikdas dan sebagainya," pungkasnya. (Ichwan Chasani)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved