Ditangkap karena Terlibat Tawuran, Pelajar Ini Mengaku Anak Seorang Hakim
An mengaku, bahwa dirinya, adalah anak dari petinggi di PTUN Bandar Lampung
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Petugas Polsek Jatinegara, mengamankan sebanyak enam pelajar di kawasan Prumpung, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (30/9/2014) sore.
Namun, salah satu pelajar yang membawa gir motor membantah dirinya tawuran dan mengaku anak seorang hakim.
"Saya enggak tawuran, berani sumpah. Ngapain saya tawuran. Ibu saya hakim. Gir motor itu punya teman saya yang nitip ke saya," kata An (18), di Mapolsek Jatinegara, Selasa (30/9/2014).
An mengaku, bahwa dirinya, adalah anak dari petinggi di PTUN Bandar Lampung, berinisial Mar. Namun, sebelumnya, ibunya adalah hakim di PTUN Jakarta.
"Tadi saya cuma diajak teman bajak truk. Saya sama teman-teman turun di Prumpung, kumpul bareng anak sekolah lain," kata pelajar SMK Budaya II Santo Agustinus, Duren Sawit, itu.
Anak kedua dari tiga bersaudara tersebut, mengaku tinggal di kawasan Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Ia hanya tinggal bersama dua saudara kandungnya dengan seorang pembantu rumah tangga.
"Ibu dari Bandar Lampung, cuma ke Jakarta dua minggu sekali," katanya.
Sementara, pelajar lainnya yang turut diamankan berasal dari SMK 1 Budi Utomo, dan tiga pelajar lainnya berasal dari SMK 13, Rawa Belong, Jakarta Barat.
Sementara itu, Kapolsek Jatinegara, Kompol Dasril, mengatakan, para pelajar tersebut, terindikasi akan tawuran karena berkumpul pada lokasi yang jauh dari sekolah dan tempat tinggal mereka. Terlebih, ditemukan gir motor di tas salah satu pelajar.
"Karena masih pelajar, enam pelajar ini hanya akan dibina. Selain itu kami akan memanggil orangtua para pelajar tersebut. Untuk membina anak-anak mereka di rumah masing-masing," katanya. (Mohamad Yusuf)