Penguatan Infrastruktur dan Lingkungan Jadi Tantangan Daerah Penyangga Jakarta
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan bahwa infrastruktur tetap menjadi prioritas utama yang dijabarkan ke dalam beberapa sektor teknis.
Ringkasan Berita:
- Pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas dan kualitas hidup masyarakat di wilayah urban.
- Upaya pembangunan diarahkan untuk menyasar akar masalah yang menjadi kebutuhan mendasar warga, terutama dalam aspek lingkungan dan mobilitas.
- Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menjelaskan bahwa infrastruktur tetap menjadi prioritas utama yang dijabarkan ke dalam beberapa sektor teknis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas dan kualitas hidup masyarakat di wilayah urban.
Bagi daerah yang berfungsi sebagai penyangga Ibu Kota Jakarta, seperti Tangerang Selatan, pemenuhan aspek-aspek tersebut menjadi semakin krusial guna merespons dinamika urbanisasi yang terus meningkat setiap tahunnya.
Baca juga: Wamendagri Ribka Minta Pemda Percepat Pembangunan Kawasan Pemerintahan Papua Pegunungan
Dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, arah kebijakan difokuskan pada penanganan persoalan fundamental kota.
Upaya pembangunan diarahkan untuk menyasar akar masalah yang menjadi kebutuhan mendasar warga, terutama dalam aspek lingkungan dan mobilitas.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menjelaskan bahwa infrastruktur tetap menjadi prioritas utama yang dijabarkan ke dalam beberapa sektor teknis.
“Tahun 2027 fokus masih tertuju pada infrastruktur, mulai dari pengelolaan sampah, transportasi, jalan, jembatan, hingga drainase. Hal-hal ini merupakan perhatian utama dalam mendukung aktivitas masyarakat,” ujarnya dalam forum musyawarah perencanaan daerah, Jumat (10/4/2026).
Persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, kata dia, memerlukan strategi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Benyamin mengatakan pembangunan fisik jalan dan sungai harus berjalan beriringan dengan penguatan sistem distribusi dan pengangkutan sampah untuk memastikan efektivitas penanganan banjir di wilayah pemukiman.
Selain aspek fisik, transformasi digital mulai diintegrasikan dalam pelayanan publik untuk meningkatkan efisiensi birokrasi.
Melalui platform terpadu Tangsel One, layanan pemerintah diarahkan untuk menjadi lebih aksesibel melalui sistem satu pintu.
Upaya ini diharapkan dapat menyederhanakan prosedur administrasi yang selama ini cenderung tersekat-sekat.
Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika setempat, TB Asep Nurdin mencatat bahwa adopsi teknologi ini menuntut peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.
Baca juga: Musrenbang RKPD 2027: Rudy Susmanto Tegaskan Arah Pembangunan Bogor Berdasarkan Aspirasi Rakyat
Dimana, tantangan utamanya adalah memastikan efisiensi birokrasi tetap terjaga tanpa menambah beban belanja pegawai yang berlebihan.
Di sisi lain, Asep mengatakan terdapat aspirasi mengenai perlunya pembaruan regulasi di tingkat nasional untuk memberikan ruang gerak yang lebih fleksibel bagi pemerintah daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pembangunannnn-daerah-penyangga.jpg)