Selasa, 7 April 2026

"Padahal Dia Pendiem Tapi Sekalinya Ngomong Eh Bicaranya yang Mesum-mesum"

"Pelaku itu biar orangtua, cabul pikirannya. Lagi ngobrol sama orang dewasa maupun ibu-ibu dan bapak-bapak, selalu yang dibicarakan selangkangan'.

Editor: Hasanudin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - WKN(50), tukang ojek cabul yang mencabuli 9 orang anak perempuan, diketahui para tetangganya berotak mesum. Pasalnya, ketika mengobrol dengan para tetangga, yang dibicarakan selalu tentang selangkangan. [BACA: Tukang Ojek yang Cabuli 9 Bocah]

"Pelaku itu biar orangtua, cabul pikirannya. Lagi ngobrol sama orang dewasa maupun ibu-ibu dan bapak-bapak, selalu yang dibicarakan selangkangan. Padahal lagi ngomongin politik, atau ngobrolin artis," ujar Yatno (34) kepada wartawan di Polres Jakarta Barat.

Kadang sejumlah warga sekitar juga jengah dengan pembicaraan pelaku.

Tetapi selama hanya sebatas wacana, dirinya tak mempermasalahkan hal tersebut. Pelaku juga terkenal pendiam tak banyak bicara, tetapi sekalinya bicara yang jadi bahan pembicaraan yang mesum.

"Makanya padahal pendiem, tapi sekalinya ngomong eh yang dibicarakan yang mesum-mesum," ungkap pria yang rumahnya hanya berjarak 2 rumah dari rumah tersangka.

Hal senada dikatakan Citra Yusnita, tetangga korban. "Pelaku ini pagi ngojek, siang sampai malam jadi tukang air. Kayaknya melakukan aktivitas pencabulannya pada malam hari deh," kata Citra.

Citra mengetahui bahwa pelaku hanya tinggal sendirian di Jakarta, tetapi berdasarkan pengakuan pelaku sudah menikah dan mempunyai anak. "Istri dan anak pelaku ditinggal di kampung, katanya sih begitu," kata Citra.

Kanit PPA Polres Jakarta Barat, AKP Slamet membenarkan tentang pencabulan tersebut. Saat ini pihaknya sudah mendapat laporan dari 2 orangtua korban yang melapor ke Polrestro Jakarta Barat.

"Ya sudah masuk, tapi kami belum tahu keberadaan tersangka di mana. Kalau kalian tahu kasih tahu kami ya," ujar AKP Slamet saat ditemui di Mapolres Jakarta Barat.

AKP Slamet mengatakan, baru dua orang yang diketahui sebagai korbannya. Dan untuk mengetahui kebenaran kasus tersebut, polisi masih menunggu hasil visum.

"Kami baru bisa katakan nanti kalau visumnya sudah keluar," kata AKP Slamet. (Wahyu Tri Laksono)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved