Begal Motor Komplotan Lampung Ditembak karena Rebut Senjata Petugas
Polisi meletuskan senjata api saat ujung moncongnya mengarah ke pelaku. "Pelaku tertembak di bagian tangannya."
Laporan Wartawan Warta Kota, Budi Malau
TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Sebanyak 28 orang dari Polda Metro Jaya dan Polresta Depok membantu tim Polda Lampung membekuk seorang kawanan begal motor di Kota Depok.
Pelaku terpaksa ditembak karena mencoba merebut senjata api petugas. Sebelumnya, tim gabungan Polda Lampung berhasil menangkap A, pelaku komplotan begal motor.
"Jadi sudah dua pelaku yang berhasil dibekuk di Lampung, Mereka dibekuk di kampungnya," kata Kasatreskrim Polresta Depok Komisaris Agus Salim saat dikonfirmasi Warta Kota, Jumat (6/2/2015).
Sewaktu tim gabungan membekuk E di kampungnya, Kamis (5/2/2015) dini hari, pelaku sempat menyerah. Namun tiba-tiba E berupaya merampas pistol anggota untuk melarikan diri.
"Sempat terjadi tarik-tarikan senjata api dengan anggota," kata Agus. Polisi meletuskan senjata api saat ujung moncongnya mengarah ke pelaku. "Pelaku tertembak di bagian tangannya."
Kedua pelaku adalah kawanan begal motor yang biasa beraksi di kawasan Depok dan Tangerang. Sudah empat anggota kawanan begal motor yang kebanyakan beraksi di Depok berhasil dibekuk semuanya.
"Namun petugas masih mendalami kemungkinan ada pelaku atau jaringan mereka lainnya," kata Agus.
Dua pelaku sebelumnya yang dibekuk dalam penggerebekan di Sukmajaya adalah Mul (26) dan Mas (25). Mul tewas karena melawan. Sedangkan Mas berhasil ditahan petugas. Keduanya adalah kakak beradik.
Menurut Agus kedua pelaku yang dibekuk di Lampung ini nantinya akan diserahkan ke Unit Reskrim Polresta Tangerang, bersama satu pelaku yang sudah dibekuk dalam penggerebekan di Depok.
"Karena ini hasil pengembangan dari kasus penggrebekan aparat Polres Tangerang di Sukmajaya, Depok, nantinya semua pelaku diserahkan ke Tangerang," kata Agus.
Sebelumnya Kepala Biro Operasi Polda Metri Kombes Daniel Pasaribu, mengatakan kawanan pelaku kejahatan asal Lampung memiliki pola serupa saat mereka berada di kampungnya.
Menurutnya pelaku menggunakan uang kejahatan untuk membangun desa mereka dan membantu para tetangga di kampungnya.
"Jadi seperti 'Robin Hood'. Ini gaya lama pelaku kejahatan asal Lampung," katanya.
Saat polisi hendak menangkap pelaku di kampungnya, warga desa melindungi mereka dan menghalang-halangi petugas. "Kami sempat kesulitan menangkap pelaku, karena mereka dianggap pahlawan di sana," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/airsoft-gun_20150201_193910.jpg)