Jumat, 17 April 2026

Pelaku Dibakar, Polisi Cegah Terjadi Aksi Anarkis di Pondok Aren

Kalau menemukan tindak kejahatan, warga diarahkan melapor ke polisi dan tidak main hakim sendiri.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
twitter
Seorang pemuda yang diduga adalah anggota begal motor dikeroyok massa sebelum akhirnya dibakar hidup-hidup oleh warga sekitar kawasan Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (24/2/2015) dini hari. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG SELATAN - Sebagai upaya mengantisipasi terjadinya aksi anarkisme warga kepada pelaku tindak kejahatan, maka pihak kepolisian sektor Pondok Aren meningkatkan sosialisasi dan berpatroli di wilayah hukumnya.

"Kami akan rutin melakukan sosialisasi. Kalau menemukan tindak kejahatan, warga diarahkan melapor ke polisi dan tidak main hakim sendiri. Patroli ditingkatkan, khususnya pada malam hari, waktu dan tempatnya acak," tutur Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren Iptu Agung S Aji, Rabu (25/2/2015).

Iptu Agung mengaku pihaknya prihatin terhadap sikap warga yang bertindak anarkis membakar pelaku begal motor tersebut. Selain menyulitkan proses penyelidikan pihak kepolisian, aksi anarkis itu telah melanggar tata tertib peraturan yang berlaku.

Dia menilai tindakan anarkis warga Pondok Aren yang telah membakar pelaku begal terjadi lantaran maraknya broadcast begal yang tersebar melalui telepon genggam blackberry messenger (bbm). Akibatnya, warga pun bersikap antipati pada pelaku tindak kriminalitas, khususnya begal.

Sehingga, saat terjadi kasus kejahatan, seperti di Jalan Bambu. Warga langsung kesal dan bersikap anarkis dengan cara membakar pelaku yang tertangkap warga itu.

"Sebenarnya, tindakan anarkis itu tidak terlepas dari broadcast di bbm tentang maraknya anggota begal yang di sebar ke daerah-daerah. Akibatnya, warga pun sekarang bersikap antipati," ujarnya.

Dia mengungkapkan, kasus anarkis warga yang membakar pelaku tindak kriminalitasi di Pondok Aren ini baru terjadi sekarang ini. Bahkan, aksi pembegalan di wilayah hukumnya pun baru kali ini terjadi.

Untuk mencegah aksi serupa terulang kembali, maka dia mengimbau kepada warga supaya tidak keluyuran pada malam hari agar terhindar dari segala macam tindak kejahatan.

"Saya prihatin sekali, kok sampai berbuat anarkis seperti itu. Walau bagaimana pun, itu telah melanggar hukum. Bahkan, tindakan seperti itu telah menyulitkan pihak kepolisian dalan melakukan penyelidikan," ujarnya.

Sampai saat ini, Polsek Pondok Aren belum dapat mengungkap jati diri pelaku begal yang tewas di bakar masa di Jalan Bambu, RT/RW 003/03, kelurahan Pondok Karya, kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Kesulitan yang dialami pihak penyidik itu karena identitas korban ikut terbakar. Ditambah lagi, hingga saat ini, belum terdapat anggota keluarga yang melaporkan pada pihak kepolisian kalau anggota keluarganya itu ada yang hilang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian pada Senin (23/2/2015) sekira pukul 01:00 WIB, korban yang bernama Wahyu Hidayat, 22 tahun, yang memboncengi Sri Astriani, 20 tahun, mengendarai Honda Beat Nopol B-6878-WHO di Jalan Bambu, RT/RW 003/03, kelurahan Pondok Karya, kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Saat itu korban ingin pulang sehabis membeli makan malam. Dalam perjalanan, korban diikuti dua dua sepeda motor empat orang. Keempat pelaku langsung menghadang korban sambil mengacungkan senjata tajam jenis samurai.

Kedua korban diperintahkan untuk berhenti, namun samurai tersebut dirampas oleh korban, Sri, hingga salah satu pelaku yang memegang samurai terjatuh. Korban berteriak hingga didengar warga sekitar yang mengepung pelaku.

Setelah itu, pelaku jatuh dilakukan upaya perlawanan oleh dua orang termasuk dari masyarakat yang mengetahui satu tertangkap dan tiga melarikan diri, satu orang tertangkap dilakukan upaya main hakim sendiri dan berakibat tewasnya pelaku.

Keterangan saksi korban, saat dikepung warga, tiga pelaku begal itu berhasil kabur dan satu lagi tak bisa berkutik. Setelah dikeroyok massa, kemudian warga membakar pelaku yang belum diketahui identitasnya itu.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved