Bayi Pengemis di Palembang Dicekoki CTM
Fenomena pengemis jalanan yang memberikan obat tidur kepada anak-anak balitanya agar tenang saat mengemis membuat miris.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fenomena pengemis jalanan yang memberikan obat tidur kepada anak-anak balitanya agar tenang saat mengemis membuat miris.
Bagaimanapun, obat tidur tidak boleh sembarangan diberikan, apalagi kepada anak yang umurnya masih sangat muda.
Dr Aditiawati SpA Dokter RSMH Palembang mengatakan, pil CTM itu obat gatal-gatal atau alergi. Obat ini tidak diperuntukkan bagi anak-anak di bawah umur. Penggunaannya juga seharusnya berdasarkan anjuran atau resep dokter. "Tidak boleh sembarangan".
Untuk diketahui, CTM itu sebenarnya bukan obat tidur. CTM adalah obat alergi (antihistamin). Selama ini masyarakat banyak beranggapan CTM itu obat tidur, itu salah.
Dalam farmakologi, CTM termasuk merek dagang yang berisi Chlorpheniramine maleat. Obat ini termasuk dalam golongan obat antihistamin yang bekerja untuk mencegah pelepasan atau kerja histamin.
Antihistamin biasanya digunakan untuk mengobati reaksi alergi yang disebabkan oleh reaksi berlebihan tubuh terhadap alergen (zat penyebab alergi).
CTM selain digunakan sebagai pengobatan alergi, juga sering digunakan sebagai pelengkap dalam pengobatan serangan influenza.
Seperti kita ketahui, flu disebabkan oleh virus yang akan sembuh dengan sendirinya (self limiting disease) jika kekebalan tubuh membaik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pengemis-ilustrasi_20150315_091441.jpg)