Breaking News:

Pengamen Lulus SNMPTN

Dzulfikar Tahu Lulus SNMPTN Sewaktu Ditahan Satpol PP

Pemuda 21 tahun itu sempat berpikir untuk lari, namun nasib gitar pinjaman merek Yamaha yang ia tenteng membuatnya berpikir

Tribunnews.com
Dzulfikar Akbar Cordova (21) atau yang akrab dipanggil Dodo, pengamen jalanan yang lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri (SNMPTN) 2015. Dodo diterima di Program Studi Ilmu Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Dodo baru saja turun dari angkot T-19 jurusan Terminal Depok-Terminal Kampung Rambutan, tiba-tiba saja seorang petugas Satpol PP berbadan besar menghadangnya. Sang petugas lalu membacakan peraturan daerah tentang pengamen.

Ia langsung sadar, hari itu adalah hari nahasnya. Pemuda 21 tahun itu sempat berpikir untuk lari, namun nasib gitar pinjaman merek Yamaha yang ia tenteng membuatnya berpikir dua kali untuk kabur. Ia takut saat melarikan diri, gitar pinjaman yang harganya tidak murah itu akan rusak. Akhirnya ia memilih pasrah.

Pagi itu, sekitar pukul 08.00 WIB, Rabu (8/7), di Jalan TB Simatupang, tepatnya di pertigaan Caglak, Pasarebo, Jakarta Timur, ia dipaksa naik mobil bak terbuka milik Satpol PP. Ia dan sejumlah pengamen lainnya dibawa langsung ke panti sosial di kawasan Ceger, Cipayung, Jakarta Timur. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun mengamen, Dodo diamankan petugas Satpol PP.

Setibanya di panti, semua orang yang terjaring razia, termasuk Dodo, didata oleh petugas. Ia ditanya seputar profesinya sebagai seorang pengamen jalanan, mulai dari wilayah operasi, hingga peruntukan uang hasil mengamen. Laki-laki bernama lengkap Dzulfikar Akbar Cordova itu menerangkan ke petugas bahwa ia baru lulus dari SMA Master, Depok, Jawa Barat, dan tengah menunggu hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

"Saya ikut SNMPTN, saya ngamen untuk jaga-jaga untuk bayar kuliah, kalau saya masuk UI," katanya.

(Baca Juga: Lama Putus Sekolah, Seorang Pengamen Lulus SNMPTN di Universitas Indonesia)

Dodo tidak bohong. Pada Kamis (9/7) sore sekitar pukul 17.00 WIB, hasil ujian SNMPTN akan diumumkan, dan ia merupakan salah satu peserta seleksi. Ia memilih Program Studi Ilmu Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (UI) sebagai pilihan pertama, dan Program Studi Arkeologi, Fakulitas Ilmu Pengetahuan Budaya, UI, pada pilihan kedua.

Namun informasi yang ia sampaikan ke petugas tidak dapat menolongnya, Dodo tetap ditahan. Ia ditahan di barak bersama sekitar empat puluh orang pengamen lainnya. Barak tersebut dilengkapi dengan jeruji besi di jendela dan di pintunya. Lokasinya berada satu komplek dengan barak tempat penyandang masalah kejiwaan. Ruang geraknya dibatasi bak seorang tahanan. Gitar pinjaman yang ia bawa dirampas petugas.

Beruntung ia masih diizinkan membawa handphone, Dodo kemudian memberitahukan teman-temannya, bahwa ia ditahan Satpol PP. Namun hari itu orang-orang yang ia harapkan bisa menolongnya, tidak kunjung datang.

(Baca Juga: Pengamen yang Lulus Ujian Masuk UI Sempat Jadi Kuli Bangunan)

Halaman
12
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved