Breaking News:

Proyek Tol Cijago Bikin Warga Kaya Mendadak

Empat tahun lalu, Madasir (49) hampir putus asa. Usaha bakso yang ia rintis selama bertahun-tahun tiba-tiba bangkrut

Editor: Sanusi
Warta Kota/Adhy Kelana
Beberapa anak tengah menyaksikan alat berat beko mengeruk tanah untuk pembuatan underpass jalan tol Cijago, Depok, Jawa Barat, Selasa (9/9/2014). Proyek jalan tol Cinere-Jagorawi tahap II dengan panjang 5,5 km ini meski terkendala pembebasan lahan ditargetkan selesai pada Februari 2015. 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Empat tahun lalu, Madasir (49) hampir putus asa. Usaha bakso yang ia rintis selama bertahun-tahun tiba-tiba bangkrut akibat isu bakso berformalin yang tengah marak kala itu.

Warga Bakti Jaya, Depok, ini pun kebingungan. Dia mesti menghidupi istri dan ketiga anaknya, namun pria asli Betawi ini tak punya keahlian lain. Saat kebingungan menghantui, terbersit keinginan Madasir untuk menjual tanah dan rumahnya.

Pada saat itu, harga pasaran tanah di sana berkisar antara Rp 1-2 juta. Dengan luas tanah sekitar 150 meter persegi, Madasir cukup tergiur untuk menjual rumahnya.

Setengah dari hasil penjualan rumah bisa untuk membeli rumah baru di sekitar Bojonggede, Bogor. Sementara sisa uang bisa dipakai untuk memulai usaha baru. Namun saat itu Madasir gagal meyakinkan sang istri.

Di sisi lain, sang istri terus menasihati suaminya agar bersabar. Siapa tahu, dalam beberapa tahun ke depan harga tanah miliknya akan naik.
Ternyata istrinya benar. Saat ini harga tanah miliknya mencapai Rp 7 juta per meter.

"Saya baru aja jual tanah dan rumah ini," ujar Madasir kepada Warta Kota, Sabtu (5/9) sore.

Madasir baru saja menjual rumahnya senilai total Rp 1,2 miliar yang terdiri dari tanah seluas 150 meter persegi berikut bangunan. Adalah warga asal Kramat Jati, Jakarta Timur, yang membeli tanah dan bangunan milik Madasir. Jarak rumahnya ke ruas tol Cijago sekitar 200 meter.

Meski telah sepakat mengenai harga jual, Madasir dan keluarganya saat ini masih diijinkan menempati rumah yang telah mereka diami selama sekitar 15 tahun.

Mereka meminta waktu dua minggu sambil mencari rumah sementara karena rumah barunya sedang dibangun. "Saya sudah beli tanah di daerah Bojong, 200 meter cuma 400 juta. Sekarang lagi bangun rumah," katanya bangga.

Apa yang dialami Madasir sangat ia syukuri. Hal itu juga berkat sang istri yang berhasil meyakinkannya untuk tak buru-buru menjual tanah dan rumahnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved