Adhyaksa Dault Hanya Minta Doa Kepada Masyarakat Jakarta Supaya Diberi Kesehatan

Adhyaksa Dault yang juga Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka itu ternyata sudah sangat mengakar di DKI Jakarta.

Adhyaksa Dault Hanya Minta Doa Kepada Masyarakat Jakarta Supaya Diberi Kesehatan
ist
Adhyaksa Dault 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada yang menarik dari seorang Adhyaksa Dault. Pria yang juga Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka itu ternyata sudah sangat mengakar di DKI Jakarta.

Katanya, sejak kecil Adhyaksa selalu betah di Jakarta salah satunya karena kecintaannya dengan permainan asal Jakarta.

”Saya memang lahir bukan di Jakarta namun saya sangat cinta Jakarta,  kecintaan saya kepada Jakarta muncul sejak kecil karena Takadal (Permainan rakyat asli Jakarta, Red). Saya sangat bahagia saat itu dan tidak mau beranjak dari Jakarta,” ungkap Adhyaksa Dault sambil tersenyum saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammmad SAW di Mesjid Assaadah, Cililitan, Jakarta Timur.   

Takadal merupakan permainan anak-anak Betawi. Di beberapa daerah disebut Kalawadi, atau Gatrik, begitu anak-anak Tanjung Priok, Jakarta Utara menyebutnya di era tahun 70-an. Permainan ini lahir karena anak-anak yang kaget melihat kadal, memukulnya hingga kadal melompat sangat jauh.

Kemudian dibuat permainan yang menyerupai memukul kadal tadi. Alat permainan berupa kayu bulat dangan panjang ± 40 cm dan diameter 2,5-3 cm untuk alat pemukul (penggetok), ± 10 cm untuk alat kadalnya, serta lubang berdiameter ± 5 cm atau dua batu (bata) diletakkan berjajar denganjarak ± 5 cm. Kayu yang digunakan, kayu nangka atau jenis kayu lain yang kuat.

”Kita harus mencintai Jakarta dari berbagai aspek seni dan budayanya. Kehidupan bermasyarakat juga kita harus saling paham dan mendukung sesama,” ujar pria yang pernah menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga itu dalam ceramahnya, tadi malam.

Pria yang juga hobi main gitar dan naik gunung itu mencontohkan kepimpinan tegas dari Nabi Muhammad SAW yang dikelilingi oleh sahabat-sahabatnya yang kuat dan hebat.

”Rasulullah selalu memberikan senyuman kepada semua umat. Sesama manusia saling menghormati,” kata pria yang juga mantan Ketua KNPI Pusat itu.  

”Kecintaan saya kepada Jakarta juga muncul karena keikhlasan. Keikhlasan kita untuk Jakarta. Saya hanya meminta doa kepada semua Ustad, Guru dan masyarakat Jakarta agar saya selalu diberikan kesehatan dan mampu menjalankan hidup bersama di Jakarta dan bersama membangun Jakarta dengan keikhlasan,” ujar pria yang hobi lagu-lagu Iwan Fals itu.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved