Kesejahteraan Budi Pekerti Harus Ditingkatkan kata Adhyaksa Dault

Memimpin Jakarta memang tidaklah mudah. Perlu sosok yang unik dan tegas diperlukan memimpin daerah yang sangat besar dan majemuk tersebut.

Kesejahteraan Budi Pekerti Harus Ditingkatkan kata Adhyaksa Dault
ist
Adhyaksa Dault 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memimpin Jakarta memang tidaklah mudah. Perlu sosok yang unik dan tegas diperlukan memimpin daerah yang sangat besar dan majemuk tersebut.

Menurut Cendekiawan Muda Indonesia, Yudi Latif justru sosok Adhyaksa Dault memiliki syarat yang yang Jakarta perlukan.

”Saya tidak mau sentimentil mengatakan bahwa saya bicara ini karena umat. Karena banyak juga yang bagian dari umat namun tidak punya responsibilitas dan kapabilitas sebagai pemimpin,”ungkap Yudi Latif kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Memimpin Jakarta itu tidak sembarangan. Menurut Yudi, Jakarta itu adalah taman sarinya Indonesia, mau mencari surga bahkan neraka dunia pun banyak.

”Jadi Jakarta harus dipimpin oleh orang yang memiliki spritual yang dalam, kuat dan bekerja serta sisanya menyerahkan kepada Allah. Dan Adhyaksa Dault memiliki syarat yang Jakarta perlukan tersebut,”ujar pria yang juga Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegeraan Indonesia.     

Selain itu, Jakarta juga merupakan miniatur Indonesia yang isinya adalah beragam agama, suku, ras dan golongan. Jakarta butuh sosok yang bisa menciptakan komunikasi antarlintas agama dan membangun komunikasi agama dengan baik.

”Dan sekali lagi, Adhyaksa Dault yang memiliki syarat yang Jakarta perlukan tersebut,”katanya.  

Yudi Latief adalah seorang aktivis dan cendekiawan muda. Pemikirannya dalam bidang keagamaan dan kenegaraan tersebar di berbagai media, salah satunya dituangkan dalam buku "Negara Paripurna: Historitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila" .

Ia adalah Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia) dan Direktur Eksekutif, Reform Institute, dan aktif sebagai dosen tamu di sejumlah Pendidikan Tinggi.

Yudi Latief menamatkan studi S1 pada Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran (1990), S2 dalam Sosiologi Politik dari Australian National University (1999), dan S3 dalam Sosiologi Politik dan Komunikasi dari Australian National University (2004).

Adhyaksa memang banyak didaulat oleh banyak komunitas dan pendukungnya di Jakarta. Mantan Manteri Pemuda dan Olahraga itu dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017 mendatang. Buktinya, sejak hari Senin (4/1) hingga Kamis (7/1) mantan Ketua KNPI itu disambut banyak acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Ayah dua anak itu disambut oleh ribuan Jamaah yang berasal dari Jakarta.

Pada hari Kamis (7/1), tausiyah di Kecamatan Pancoran, kemudian menghadiri acara Maulid di Mesjid Jami Silaturrahim, Tanjung Priuk, selanjutnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kwitang dan yang terakhir adalah acara Tausiyah di Kramat Jati.

”Bukan hanya fisik pembangunan saja yang terus dibangun, tetapi kesejahteraan budi pekerti harus ditingkatkan dan diutamakan,”kata Adhyaksa dalam salah satu isi sambutannya.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved