Sabtu, 25 April 2026

Penjelasan TNI AL Soal Kasus Pemukulan yang Dilakukan Anggotanya terhadap Bocah SD

Ini jawaban lengkap Kadispenal Laksamana Pertama M Zainudin terkait kasus pemukulan seorang bocah SD yang melibatkan anggota Marinir.

net
Ilustrasi pemukulan. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Malvyandie

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama M Zainudin memberikan penjelasan terkait berita seorang bocah SD di Cilandak yang menjadi korban pemukulan oknum anggota TNI AL.

"Betul, kejadian ini melibatkan anggota kami (Marinir TNI AL)," ujarnya kepada Tribunnews.com, Selasa (12/1/2016).

Zainudin pun menjelaskan kronologi lengkap peristiwa yang terjadi pada Minggu (10/1/2016), sekitar pukul 11.00.

Dikatakannya, kejadian bermula saat seorang anggota Marinir tengah menjemur burung peliharaannya.

Tak lama berselang, TR --bocah SD yang menjadi korban pemukulan tersebut--lewat dan mengambil burung itu.

"Setelah berhasil mengambil burung, dia (TR) kemudian lari tapi terjatuh. Burung tersebut lepas. TR lalu ditangkap oleh si pemilik burung dan dibawa ke pos jaga Marinir," ujarnya.

Di pos jaga itulah, jelas Zainudin, terjadi insiden pemukulan.

Terkait insiden tersebut, Kadispenal mengakui bahwa reaksi anggotanya terlalu berlebihan, meski ia menambahkan, di komplek itu sudah berulangkali terjadi kasus pencurian burung yang membuat kesal para penghuni.

"Saat ini sedang dilakukan investigasi. Anggota kami akan mendapat sanksi karena tindakannya itu," katanya.

Menurut Zainudin, pada Minggu sore, perwakilan TNI AL sudah menemui keluarga korban.

Telah terjadi kesepakatan di antara kedua pihak, kasus ini akan diselesaikan secara kekeluargaan.

TNI AL, jelas Zainudin, akan menanggung biaya pengobatan TR di rumah sakit.

"Saya, atas nama TNI AL memohon maaf atas kejadian ini. Sekali lagi kami mengakui tindakan pemukulan anggota kami terlalu berlebihan," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang bocah SD di Cilandak, Jakarta Selatan menjadi korban pemukulan oknum anggota TNI.

TR, bocah kelas 6 SDN Ciganjur 01 Jakarta Selatan kini harus menjalani perawatan karena mendapat pemukulan dari oknum anggota TNI tersebut.

"Sekarang dirawat di RS Prikasih," kata Guru Sekolah TR, Andi saat dikonfirmasi Tribunnews, Selasa(12/1/2016).

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved