Minggu, 7 Juni 2026

Tewas Usai Ngopi

Pengacara Jessica: Ini Kasus Seperti James Bond, Hebat Sekali Meracunnya

Yudi Wibowo, pengacara tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso terus mengupayakan

Tayang:
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Hendra Gunawan
Warta Kota/Adhy Kelana
Jessica Kumala Wongso rekan Mirna korban racun sianida kopi Vietnam di mal Grand Indonesia didampingi pengacara Yudi Wibowo Sukitno kembali mendatangi Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lanjutan, Rabu (20/1/2016) siang. Malam sebelumnya pemeriksaannya sebagai saksi dihentikan karena dia merasa lelah. (Warta Kota/adhy kelana) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Yudi Wibowo, pengacara tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso terus mengupayakan agar kliennya itu bisa terbebas dari jeratan hukum.

Rabu (3/2/2016) Tribunnews.com sempat menemuinya. Kepada Tribunnews.com, Ia berkeras bahwa Jessica tidak bersalah. Berikut petikan wawancaranya:

Tanya: Apa Anda 'melihat', ada orang lain/pihak lain yang sebenarnya menjadi pelaku pembunuhan berencana terhadap Mirna?

Jawab: Mungkin ada orang, karena ada orang terbunuh, tapi bukan Jessica pelakunya. Nah, polisi itu kurang tepat analisanya

Seharusnya polisi menelusuri orang-orang lain yang datang ke kafe sebelum Mirna hari itu. Harusnya ditarik mundur ke belakang, bukan hari itu saja

Coba cari motifnya yang lain, mungkin kan ayahnya ada persaingan usaha. Karena pekerjaannya usahanya dia itu riskan sekali, pengusaha kann macam-macam

Tanya: Apa benar Jessica sebelum ke kafe jam 4 itu, dia sudah datang dahulu jam 2 sebelumnya?

Jawab: Iya datang jam 2 itu hanya untuk pesan tempat

Tanya: Lalu, kenapa waktu datang ke kafe itu jam 4 nya dia keliling kafe larak-lirik seperti observasi tempat?

Jawab: Itu dipolitisir sama ayahnya Mirna aja. Jessica sehabis pesan tempat, langsung keliling mal GI, lihat-lihat dan beli hadiah, itu karena dia belum pernah ke GI sebelumnya.

Nah, waktu kembali lagi ke kafe itu, dia tanya ke pelayan kafe, tempat saya di mana, lalu mejanya dipilihkan oleh pelayan itu yang pojok. Jadi, bukan Jessica yang pilih tempat duduk atau mejanya

Katanya di CCTV Jessica seperti lihat-lihat meja dan sudut kafe, itu mana boleh. Itu meja dipilih sama pelayannya. Itu dipolitisir sama ayahnya Mirna.

Tanya: Apa benar waktu kopi sudah dipesan dan datang, kopi dipindahkan ke depan Jessica dan Jessica megang tas dan beberapa kali pegang rambut?

Jawab: Lah, kok malah seperti film James Bond yah, hebat sekali cara meracuninya. Itu nggak benar. Saya sendiri nggak tahu bagaimana isi CCTV itu. Saya tidak dikasih unjuk sama penyidiknya, malah ayahnya Mirna dan anaknya yang ditunjukkan CCTV.

Kalau memang begitu, keluarkan CCTV itu, apa Jessica yang taruh racun di kopinya Mirna. Kalau memang diracun dari sebelumnya, disana banyak orang yang mati

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved