Polemik Kalijodo

Tak Semua Orang Mau Pindah dari Kalijodo

Tak semua warga Kalijodo, Jakarta Utara, mengemasi barang-barangnya untuk pindah ke rusun yang disediakan Pemprov DKI Jakarta.

Editor: Sanusi
Harian Warta Kota/henry lopulalan
WARGA KALIJODO DEMO - Warga Kalijodo berdemo depan Gedung DPRD, Jalan Kebonsirih, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/2/2015). Warga yang datang dengan menggunakan 4 bus Pariwisata ini bubar setelah mendapat janji nasibnya akan di perjuangkan oleh Wakil DPRD Muhammad Taufik dan Abraham Lunggana dapat ganti rugi atau membatalkan pengusuran oleh pemprov. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak semua warga Kalijodo, Jakarta Utara, mengemasi barang-barangnya untuk pindah ke rusun yang disediakan Pemprov DKI Jakarta.

Seorang warga RT 03 RW 05, Eneng (52), lebih memilih tetap tinggal di Kalijodo.

"Saya mah mau tetap di sini. Cucu masih pada sekolah, sayang, masa mau ditinggal begitu saja," ucap Eneng saat ditemui Kompas.com di Kalijodo, Jakarta Utara, Selasa (23/2/2016).

Eneng berpendapat, Rusun Marunda terlalu jauh dari tempat sekolah kedua cucunya. Dengan demikian, dia memilih untuk mengontrak rumah yang dekat lokasinya dari sekolah sang cucu.

"Ya, daripada harus ngongkos berkali-kali, ya mendingan ngontrak dekat sini sajalah," tambahnya.

Hal serupa diutarakan warga RT 03 RW 05 lainnya, Asdi (28). Dia lebih memilih untuk tetap tinggal di kawasan Kalijodo karena dekat dengan lokasi kerjanya.

"Enggak kebayang deh kalau tinggal di sana (Rusunawa Marunda). Jauh banget mau kerjanya," ucap Asdi.

Menurut Asdi, saat ini dia hanya memerlukan waktu lebih kurang 10 menit untuk sampai ke tempat kerjanya di kawasan Jembatan Lima.

Jika pindah ke Rusunawa Marunda, Asdi mengkhawatirkan keselamatan dirinya apabila harus pulang kerja dari kawasan Jembatan Lima malam hari.

"Ngeri zaman sekarang kalau malam hari banyak begal. Belum lagi banyak mobil besar di daerah sana," tutup Asdi.

Warga lainnya, Budi (45), menyampaikan hal senada dengan Asdi dan Eneng. Rusun Marunda dinilainya terlalu jauh dari lokasi dia mencari nafkah selama ini.

"Dari sini (Kalijodo) cuma 15 menit-an. Kalau dari sana (Rusun Marunda) bisa dua jam kali. Belum macetnya, nyalip di antara truk-truk begitu juga ngeri," tutur Budi.

Meskipun demikian, ia mengaku belum tahu akan pindah ke mana setelah Kalijodo ditertibkan.

Namun, Budi lebih memilih untuk mengontrak rumah dibandingkan pindah ke rusun. Sementara itu, warga lainnya mulai mengemasi barang mereka untuk pindah ke Rusun Marunda.

Untuk mengangkut barang, Pemprov DKI Jakarta menyediakan truk sampah.(Dian Ardiahanni)

Sumber: Kompas.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved