Polemik Kalijodo

Warga Kalijodo Berharap Bisa Berdagang di Marunda

Kini warga Kalijodo akan segera memulai lembaran barunya di Rusunawa Marunda

Editor: Sanusi
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Warga korban penggusuran Kalijodo mulai membereskan barang-barang saat tiba di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Senin (22/2/2016). Sebanyak ratusan kepala keluarga (KK) yang terkenda dampak penertiban Kalijdo rencananya akan menempati Rusun marunda sebagai pengganti rumah tinggal. Warta Kota/angga bhagya nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kini warga Kalijodo akan segera memulai lembaran barunya di Rusunawa Marunda. Salah satu impian di hunian baru itu adalah bisa membuka usaha. Salah satu impian ini terlintas di benak warga Kalijodo, Eti (48).

Ia berniat meneruskan usahanya di bidang kuliner yang pernah ditekuninya saat tinggal di Kalijodo.

"Saya mau dagang soto ayam lagi, kalau udah benar-benar menempati rusun," kata warga Kalijodo, Eti saat ditemui di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, Selasa (23/2/2016).

Eti pun berharap impiannya ini bisa diwujudkan, meski ia tak tahu kapan terlaksananya. Rupanya, niat serupa juga dimiliki oleh warga lainnya, Rahayu (33).

Meski sebelumnya tidak berprofesi sebagai pedagang, ia berencana untuk membuka warung kecil yang menyediakan rokok, minuman dingin, ataupun makanan ringan.

"Enggak usah yang gede-gede. Usaha kecil-kecilan dulu. Ya, kalau bisa entar bukanya di depan rusun kita aja nih," tutur Rahayu.

Imas (35) warga Kalijodo yang menempati cluster A blok 11 lantai empat Rusun Marunda ini pun menuturkan hal yang sama. Namun, ia lebih memilih untuk berjualan es batu.

Alasannya, kata Imas, bahan baku untuk berjualan es batu mudah didapat dan tak butuh modal banyak. Apalagi, ia pun tidak harus bolak-balik ke pasar.

"Yang terpenting, izinnya enggak ribet ya kalau mau dagang. Takutnya kan ada izin-izinnya gitu," ucap Imas.(Dian Ardiahanni)

Sumber: Kompas.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved