Minggu, 31 Agustus 2025

Pilgub DKI Jakarta

Pengamat Puji Langkah PDIP yang Tak Gegabah Mencalonkan Ahok

pengamat mengapresiasi langkah PDI Perjuangan yang menunggu kepastian hukum Ahok dari KPK

Editor: Sanusi
/
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berikan sambutan acara peresmian Ruang Terpadu Ramah Anak (RPTRA) tahap II di Jl. Pasir, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (17/5/2016). Dalam sambutannya, Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, bahwa fungsi utama RPTRA adalah sebagai sarana berkumpul para warga. TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Fisip Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara, mengapresiasi langkah PDI Perjuangan yang menunggu kepastian hukum Ahok dari KPK terkait kasus reklamasi dan RS Sumber Waras dalam proses pencalonan untuk Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

"Hal ini menunjukkan PDIP sebagai parpol besar penguasa 28 kursi DPRD DKI tidak asal tergiur dengan popularitas dan elektabilitas tinggi petahana Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, seperti halnya partai Nasdem dan Hanura," kata Igor di Jakarta, Jumat (10/6/2016).

Igor menuturkan, sebagai parpol pemenang pemilu, sangat logis jika PDI Perjuangan tidak ingin gegabah mendukung Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017. Menurutnya, PDI Perjuangan tidak ingin peristiwa pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri terulang lagi.

Begitu ditetapkan setelah lolos fit dan proper test di DPR, mendadak KPK menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka. Meskipun bebas karena menang di sidang praperadilan, opini publik sudah tidak lagi berpihak.

"Begitu juga dengan Ahok, PDIP khawatir jika buru-buru diusulkan sebagai Cagub, tiba-tiba nanti KPK menetapkan status tersangka kepada yang bersangkutan," ujarnya.

Masih kata Igor, daripada membeli 'kucing dalam karung' yang nanti belum tentu jelas statusnya, jauh lebih aman jika PDI Perjuangan mulai serius mengusung sendiri kadernya dan memantapkan langkah membangun koalisi dengan parpol lainnya.

"Disamping itu, KPK sendiri sebaiknya juga segera memberi kejelasan terkait kasus hukum yang diduga melibatkan Ahok kepada publik, agar tidak sampai berlarut-larut yang dapat merugikan dimulainya tahapan Pilkada DKI 2017," katanya.

Ahok sendiri menurutnya sudah mulai terlihat kurang pede dan mulai bermanuver menggoda parpol besar, seperti PDI Perjuangan untuk mendukungnya kembali untuk berpasangan dengan Djarot.

"Tetapi, sebagai partai besar yang lama eksis dalam politik nasional, PDIP punya harga diri, kredibilitas dan pengaruh. PDIP yang bisa mengatur Ahok, bukan sebaliknya," jelasnya.

Dengan demikian, menurutnya, sikap PDI Perjuangan ini bisa jadi momentum kembalinya peran dan fungsi partai politik berjalan dengan baik. PDI Perjuangan ujar Igor bisa membalik 'deparpolisasi' menjadi 'de-independensi' dalam pencalonan kepala daerah.

"Megawati bisa menjadi 'icon' pentingnya berdikari partai palitik sebagai pilar utama negara demokrasi," tandasnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan