Breaking News:

Ahok Cueki Saran Seknas Jokowi soal Simpang Susun Semanggi Tak Urai Kemacetan

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak ambil pusing dengan anggapan negatif dari para pengamat.

Harian Warta Kota/henry lopulalan
PENUTUPAN JALUR - Beton menutupi jalur cepat Jalan Sudirman yang mengarah ke Jalan Gatot Subroto di Jembatan Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (12/6/2016). Penutupan jalur ini bagian dari pembangunan jalan simpang susun di Jembatan Semanggi. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Simpang susun yang dibangun di sekeliling Jembatan Semanggi dengan nilai proyek Rp360 miliar, dianggap tidak akan mengurai kemacetan.

Bahkan malah menambah dua titik kemacetan baru.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak ambil pusing dengan anggapan negatif dari para pengamat.

Utamanya mengenai di kisaran Semanggi yang jalannya justru menyempit atau bottleneck.

Ahok mengatakan pembangunan simpang susun sudah diperhitungkan secara matang.

Akar kemacetan di sana bersumber dari pertemuan arus kendaraan dari jalur cepat dengan jalur lambat di kawasan Sudirman. S

erta terdapat sumbatan bottle neck di depan Universitas Atma Jaya karena berkurangnya lajur dari enam ke empat lajur.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menengarai dibutuhkan ruang lebih besar untuk mengatasi arus yang saling menjalin. Simpang susun bertujuan untuk meniadakan pertemuan arus lalu lintas.

"Aku ini enggak pinter banget, tapi enggak bodoh banget. Suruh dia berdebat sama yang pintar. Semua orang juga tahu, kalau enam jalur diubah jadi empat jalur, jadi bottleneck," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2016).

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved