Tewas Usai Ngopi
10 Poin Penting Keterangan Saksi Ahli Mengenai Kematian Mirna
Sejauh ini sudah ada enam ahli yang menyampaikan keterangannya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam sebulan terakhir ini telah menghimpun sejumlah keterangan dari saksi ahli terkait kasus tersebut.
Saksi ahli sejauh ini didatangkan oleh JPU.
Sejauh ini sudah ada enam ahli yang menyampaikan keterangannya.
Termasuk di antaranya adalah keterangan soal Jessica tahu cara membunuh, sampai kepintaran pelaku dalam melakukan pembunuhan.
Mirna tewas setelah minum es kopi vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, pada 6 Januari 2016, saat bertemu dengan dua rekannya Jessica dan Hani.
Berikut adalah 10 keterangan yang pernah disampaikan terkait kasus kopi bersianida Mirna, dirangkum oleh Tribunnews.com, Senin (29/8/2016).
- Keterangan yang diberikan Jessica inkonsisten
Ahli kejiwaan forensik Natalia Widiasih Rahardjanti mengatakan keterangan dari Jessica banyak yang tidak cocok dan sesuai.
- Jessica tahu cara membunuh orang
Natalia juga mengatakan Jessica pernah bercerita pada rekannya di Australia bahwa ia tahu dosis yang tepat untuk membunuh orang.
- Gerakan Jessica tidak lazim saat menunggu Mirna
Ahli psikologi Antonia Ratih Andjayani mengatakan sejumlah gerakan Jessica saat menunggu tidak lazim, termasuk gerakan menaruh paperbag di meja.
- Ada kepingan hilang dalam rekaman CCTV
Ahli digital forensik AKBP Muhammad Nuh menyebut gerakan Jessica menaruh sianida di kopi Mirna tidak ditemukan dalam rekaman yang didapat.
- Staf Kafe Olivier dipastikan tidak taruh sianida
Nuh juga mengatakan bahwa sejak kopi dibuat dan dihidangkan, warnanya tidak berubah, sehingga mengeliminasi kemungkinan staf kafe menaruh racun.
- Gerakan tangan Jessica saat menunggu dinilai penting
Ahli digital forensik Christopher Hariman Rianto mengatakan dalam rekaman CCTV terlihat ada gerakan tangan dari tas ke meja.
- Pelaku pembunuhan Mirna adalah orang pintar
Ahli toksikologi Nursamran Subandi mengatakan pembunuh Mirna pintar karena tahu sianida jika kena panas dapat menghilang.
- Pembuktian hukum pidana tak perlu bukti langsung
Ahli hukum pidana Universitas Gadjah Mada Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan tidak perlu bukti langsung untuk vonis terdakwa.
- Jessica mengaku asmanya sempat kambuh
Dokter Rumah Sakit Abdi Waluyo, Ardianto, mengatakan Jessica sempat mengaku bahwa asmanya kambuh saat Mirna dibawa ke rumah sakit itu.
- Hani sempat panik akan bernasib sama dengan Mirna
Ardianto juga menyebut Hani sempat panik dan bertanya padanya apakah ia akan mati juga, sebab ia juga sempat meminum es kopi Mirna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ahli-toksologi-forensik-universitas-udayana-saksi-sidang-jessica_20160825_225546.jpg)