Minggu, 12 April 2026

Pilgub DKI Jakarta

Ahok Harus Siapkan Strategi Lantaran Lawannya di Luar Dugaan

Pengamat politik, Kris Budiharjo mengatakan, pilkada 2017 ini dinilai banyak kejutan yang terjadi.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Fajar Anjungroso
DOK. KOMPAS.COM
Tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. Dari kiri ke kanan: Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saeful Hidayat, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Munculnya Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Baswedan, menjadi nama baru pesaing calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disebut di luar dugaan.

Ahok pun diminta untuk menyusun strategi untuk bertahan menghadapi kehadiran putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Pengamat politik, Kris Budiharjo mengatakan, pilkada 2017 ini dinilai banyak kejutan yang terjadi. Pasalnya, sosok-sosok yang menjadi penantang gubernur petahana Ahok memiliki kelebihan masing-masing.

"Ahok harus segera melakukan perhitungan dengan menyiapkan strategi, karena lawannya yang muncul diluar dugaan," kata Kris kepada wartawan di Jakarta, Minggu (25/9/2016).

Menurutnya, munculnya sosok Agus Yudhoyono itu dinilainya luar biasa, karena tak memiliki pengalaman di bidang politik. Karena barunya Agus masuk di dunia politik, membuat penantangnya sulit memperhitungkan.

"Agus itu pemain baru, makanya parpol nanti akan sulit membaca peta pergerakannya, ini yang harus diwaspadai," kata Kris.

Sosok lain yang juga perlu diwaspadai pasangan Ahok-Djarot adalah Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Hal itu lantaran sebelumnya, Anies pernah menjadi tim sukses Jokowi-JK yang sukses menduduki kursi pemerintahan.

"Bukan tidak mungkin, jurus yang kala itu digunakan kembali dipakai untuk kemenangan pilkada 2017," kata Kris.

Kris menjelaskan, dengan hadirnya calon gubernur yang tak terbaca itu, pilkada 2017 akan berlangsung sengit. Meski pun Ahok saat ini dijagokan karena dinilai kuat, namun hal itu tak bisa menjadi pegangannya.

"Lima tahun lalu Fauzi Bowo juga dianggap kuat, namun rontok dengan kehadiran Jokowi yang kala itu tak bisa diperhitungkan. Jadi Ahok harus waspada," katanya.

Elektabilitas Ahok yang saat ini terus memudar dan sudah mencapai 42 persen, menandakan gubernur petahana ini mulai goyah. Apalagi, citra negatif yang selama ini ditonjolkan mantan bupati Bangka Belitung ini, terus mengusik pemandangan warga Jakarta.

"Cuma yang pasti, warga mengharapkan masing-masing calon akan rukun karena akan tercipta kedamaian. Pendukung juga diminta jangan 'lebay'," kata Kris.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved