Ketua MPR Banyak Terima Keluhan Seputar TKI dan TKW Saat Terima APJATI

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan hari ini menerima kedatangan pengurus DPP APJATI.

Ketua MPR Banyak Terima Keluhan Seputar TKI dan TKW Saat Terima APJATI
ist
Ketua MPR, Zulkifli Hasan Terima APJATI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan hari ini menerima kedatangan pengurus DPP APJATI.

Zulkifli Hasan mendapat berbagai aduan mengenai masalah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di luar negeri.

APJATI mengeluhkan banyaknya TKI dan tenaga kerja wanita (TKW) yang bermasalah di luar negeri. Sebab masih banyak tenaga kerja yang berangkat tidak melalui jalur resmi alias ilegal.

"Mereka berangkat langsung dari desa enggak melalui balai ketenagakerjaan. Berangkat sendiri ini maksudnya ada mafia yang memberangkatnya menggunakan visa kunjungan, bukan visa kerja," ungkap Ketua Umum APJATI, Ayub Basamalah di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Hal ini dikarenakan adanya larangan pengiriman TKI dan TKW oleh pemerintah ke Arab Saudi serta Uni Arab Emirat (UAE).

Padahal menurut Ayub kedua negara itu merupakan negara tujuan terbesar para tenaga kerja bekerja.

"Kita tidak bisa mendeteksi keberadaan mereka. Kalau berangkat melalui mafia nanti identitas diubah kita tidak tahu. Harus ditangkap oknumnya. Perusahaan banyak yang mati karena lewat calo," jelasnya.

Selain itu, APJATI juga mengeluhkan sulitnya penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi TKI dan TKW di luar negeri. Mereka meminta agar pemerintah bisa memudahkan mereka dalam meminjam kredit.

Mendengar itu, Zulkifli Hasan mengaku akan berkonsultasi dan menyampaikannya langsung kepada Kemenaker dan BNP2TKI. Sebab hingga saat ini TKI dan TKW masih menjadi salah satu penyumbang devisa bagi negara.

"Saya belum tahu ini kebenarannya dan perlu dicek oleh Kemenaker dan BNP2TKI. Nanti saya akan sampaikan dan bicarakan dengan pihak terkait," kata Zulkifli Hasan.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved