Pedagang AMDK Bantah Ada Larangan Jual Produk Pesaing Aqua

Sejumlah pedagang Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Jakarta mengaku tak pernah ada paksaan dari pihak manapun baik dari persahaan

Pedagang AMDK Bantah Ada Larangan Jual Produk Pesaing Aqua
olx.co.id
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah pedagang Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Jakarta mengaku tak pernah ada paksaan dari pihak manapun baik dari persahaan ataupun tenaga penjual untuk membeli atau tidak membeli merek AMDK tertentu.

Berbagai merek AMDK ternama seperti Aqua, Vit, Ades, Amides, Club, termasuk produk-produk baru Le Mineral mereka jual di tokonya masing-masing, namun keputusan membeli atau tidak membeli produk ada di tangan konsumen dan pedagang hanya memenuhi keinginan pembeli.

"Tim sales air manapun gak pernah melarang atau mengancam saya untuk tidak menjual produk lama atau baru pesaing, ya termasuk tim sales Aqua. Yah saya sih jualnya yang laku aja," ungkap Yunani Hartati, pemilik toko Yuyun yang berada di depan terminal Babelan Bekasi Jawa Barat saat dihubungi via telpon di Jakarta yang didengarkan oleh Wartawan dari beberapa media.

Pernyataan Yuyun ini menegaskan tidak pernah ada larangan dari Sales produk AMDK manapun termasuk merek Aqua untuk tidak menjual produk pesaing dan sekaligus membantah berbagai kabar miring yang menyatakan toko minuman hanya boleh menjual merek Aqua dan tidak diperbolehkan oleh Sales Aqua untuk menjual AMDK merek lainnya.

"Kalau ada sales produk baru yang nawarin gak saya tolak. Tapi kan konsumen yang menentukan produk mana yang dipilihnya," katanya lebih lanjut.

Yuyun mengaku hanya menjual air minum dalam kemasan. Selain menjual langsung ke pelanggan, Dia juga memasok AMDK ke toko-toko lainya di terminal Babelan dan sekitarnya.

"Aqua sih yang paling laku. Kalau produk lain ada Vit dibawahnya Aqua. Produk lain kayak Le Mineral masih susah. Kita sih orang dagang, yang penting barang kita laku cepat jadi duit," tutur Yuyun.

Yuyun tak menampik jika ditawarkan sales untuk menjual produk AMDK merek baru, namun Ia meminta salesman tadi berjanji untuk menerima kembali barang yang ditawarkan jika tidak terjual.

"Kalau memang barangnya gak jalan, ya saya minta ditarik dong. Gudang saya bisa penuh kalau dititipin terus," katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pemilik Toko Wanda yang berlokasi di jalan Kramat raya no. 18, di jalan Pasar Sayur kebayoran lama Jakarta Selatan.

"Ya pasarnya sudah ada masing-masing. Aqua yang paling banyak dipesan, karena produknya sudah lama dikenal konsumen, ujarnya.

Wanda menyatakan selain menjual merek Aqua, tokonya juga menjual produk lainnya seperti, Vit, Ades, Cleo, Ron 88, Club, Le Mineral.

"Biasanya kalau kita stok Aqua 75 sampai 100 dus, kalau produk lainnya ada yang 30, 20, 10. Ya tergantung pesannnya aja. Yang paling banyak sih Aqua," ujar Wanda.

Beberapa pedagang lain yang dihubungi di sekitar Ciracas dan Jalan Raya Bogor juga menyatakan hal yang sama.

"Kalau main paksa paksa nggak akan lama hubungan dengan kami. Kami sudah berdagang puluhan tahun dan tahu bagaimana sebuah produk bisa bertahan di pasar. Yang pasti, pasar yang akan nentuin, cuma produk yang disukai konsumen yang mampu bertahan," tambah Ahmad Syafei pedagang AMDK di jalan Pengenten Ali, Ciracas Jakarta Timur.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved