Pilgub DKI Jakarta
Polda Metro Jaya Sudah Petakan Daerah Rawan Ancaman Saat Kampanye
Ada indikasi terjadi gesekan di antar masing-masing pasangan calon gubernur-wakil gubernur.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jajaran Polda Metro Jaya telah memetakan wilayah ibu kota yang dinilai rawan ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama Pilkada DKI Jakarta 2017.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochammad Iriawan, bersama dengan Pangdam Jaya, Mayjen Teddy Lhaksmana mengaku sudah mengantisipasi ancaman tersebut.
"Tentu ada tetapi kami tak sampaikan di sini. Pangdam dan kami sudah mempunyai daerah tersebut untuk dilakukan pemetaan dan antisipasi agar kampanye berjalan aman," ujar Iriawan kepada wartawan di Markas Kodam Jaya, Rabu (26/10/2016).
Sejauh ini, dia menilai, situasi di ibu kota keadaan aman dan kondusif. Meskipun begitu, dia mengakui ada indikasi terjadi gesekan di antar masing-masing pasangan calon gubernur-wakil gubernur.
Selain itu, ada aksi unjuk rasa. Seperti pada Jumat (14/10/2016) lalu Ormas Front Pembela Islam (FPI) telah melakukan unjuk rasa terkait Gubernur Ahok yang sempat menyinggung ayat suci Al Maidah saat menghadiri sebuah acara di Kepulauan Seribu beberapa waktu yang lalu.
Secara konkrit sinergitas TNI dan Polri, dia menjelaskan, sudah dilakukan saat unjuk rasa di balai kota. Kemudian akan bersama sama mulai dari tingkat Kodim dan Polres bersama-sama menukar informasi serta patroli bersama hingga koramil dan babinsa.
"Sehingga tidak ada informasi yang tidak tahu dan sampai. Kodam punya informasi a dan polda punya b maka nanti akan dikombain. Sehingga analisa bersama dan tau cara bertindaknya," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/fpi-demo-tolak-ahok-jadi-gubernur-dki-jakarta_20141111_132608.jpg)