Senin, 8 Juni 2026

Harga BBM Naik

Harga Pertamax Turbo Melejit, Pengendara Motor Sport Ini Pilih Naik Transportasi Umum

Untuk menyiasati biaya, pengguna memilih mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum.

Tayang:
Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
KENAIKAN HARGA BBM - Sejumlah kendaraan mengantre di jalur Pertamax (ron 92), sementara jalur Pertamax Turbo dan Dexlite tampak lengang di SPBU 34.127.07 Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Harga Pertamax Turbo melonjak menjadi Rp19.400 per liter, namun sebagian pengendara tetap setia menggunakannya demi menjaga performa dan “kesehatan” mesin kendaraan.
  • Kenaikan signifikan BBM non-subsidi juga terjadi pada Dexlite dan Pertamina Dex, sementara Pertamax tetap di Rp12.300 per liter sehingga antreannya lebih ramai di SPBU.
  • Untuk menyiasati biaya, pengguna memilih mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum tanpa menurunkan kualitas BBM yang digunakan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax Turbo yang kini menembus Rp 19.400 per liter tak lantas membuat semua pengendara berpaling.

Meski kenaikan harga mencapai Rp 6.300 per liter, sejumlah loyalis bahan bakar oktan tinggi ini memilih bertahan demi "kesehatan" mesin kendaraan mereka.

Pemandangan ini terlihat di SPBU Pertamina 31.128.02, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026).

Di tengah antrean pertamax (ron 92) yang mengular, beberapa pengendara motor sport tampak tetap mengisi Pertamax Turbo di dispenser yang lebih lengang.

Seorang pengendara motor sport bernama Hadi mengaku tidak berniat beralih ke jenis BBM yang lebih murah meskipun harga Turbo saat ini cukup menguras kantong.

Bagi Hadi, menjaga performa mesin adalah komitmen jangka panjang, mengingat kendaraan yang ia miliki membutuhkan asupan oktan tinggi.

"Saya tetap pakai Pertamax Turbo, saya pelanggan setia. Di rumah mobil juga pakai Turbo," ujar Hadi saat ditemui Tribunnews di lokasi.

Meski mengaku pelanggan setia, ia tak menampik besaran kenaikan harga kali ini di luar ekspektasi.

Penyesuaian harga dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter diakuinya cukup mengejutkan.

"Agak kaget sih naiknya jauh banget kan," imbuhnya.

Namun, ia punya cara tersendiri untuk menyiasati biaya operasional kendaraannya agar tidak membengkak.

Alih-alih menurunkan kualitas BBM, ia memilih untuk mengubah pola mobilitas hariannya.

Hadi mengaku kini lebih selektif menggunakan motor sport miliknya.

Untuk urusan pekerjaan di hari biasa, ia lebih memilih meninggalkan kendaraan pribadinya di rumah.

"Mensiasatinya kalau harga naik ya, sebenarnya jarang pakai motor (sport) ini ya. Kalau weekday (hari kerja) bisa pakai transum (Transportasi Umum) saja," pungkasnya.

KENAIKAN HARGA BBM - Garin, seorang pengendara motor sport Honda CBR600RR asal Bekasi, usai mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina 31.128.02 di kawasan MT Haryono, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026) pagi. (Tribunnews/Alfarizy)
KENAIKAN HARGA BBM - Garin, seorang pengendara motor sport Honda CBR600RR asal Bekasi, usai mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina 31.128.02 di kawasan MT Haryono, Jakarta Selatan, Minggu (19/4/2026) pagi. (Tribunnews/Alfarizy) (Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah)
Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved