Sabtu, 18 April 2026

Pilgub DKI Jakarta

Habib Rizieq Bersama Ormas Islam Temui Pimpinan DPR Adukan Soal Penanganan Kasus Ahok

Aksi 4 November nanti adalah jihad yang secara konstitusional. Aksi kami bukan SARA, kami tidak aksi untuk anti‎ Cina. Kami sayangkan pelanggar hukum

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Muhammad Zulfikar
Habib Rizieq Shihab dan sejumlah anggota Ormas Islam temui pimpinan DPR RI, Jumat (28/10/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ Puluhan orang dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam menyambangi Gedung DPR, Jakarta, Jumat (28/10/2016).

Kedatangan mereka untuk menemui pimpinan DPR guna membahas kasus hukum terkait dugaan penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Adapun yang menerima perwakilan ormas Islam tersebut Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Mereka melakukan audiensi di ruang rapat pimpinan DPR, lantai 3 Gedung Nusantara III.

‎Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengatakan, kedatangan anggota ormas Islam auntuk menyampaikan aspirasi.

Khususnya terkait‎ sikap penegak hukum dalam menyikapi dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok perihal surat Al-Maidah ayat 51.

Rizieq menilai, ‎aparat penegak hukum hingga saat ini belum melayangkan surat panggilan kepada Ahok terkait dugaan penistaan agama.

Dirinya mempertanyakan sikap aparat penegak hukum dalam memproses Ahok yang dianggapnya telah melecehkan umat Islam.

"‎Kami hanya ingin aparat penegak hukum bertindak atas dugaan penistaan agama yang dilakukan saudara Ahok," kata Rizieq.

Sebelumnya kedatangan Ahok ke Bareskrim bukan atas panggilan pihak Bareskrim.

"Hingga saat ini aparat penegak hukum belum memanggil Ahok, Ahok datang ke Bareskrim kemarin tidak membuat BAP,"
katanya.

Atas lambatnya sikap aparat penegak hukum yang belum juga memproses Ahok, menurut Rizieq pihaknya akan melakukan aksi pada 4 November 2016 mendatang.

Aksi tersebut adalah untuk menegakkan hukum bahwa siapa saja yang menistakan agama harus mendapat hukuman.

"Aksi 4 November nanti adalah jihad yang secara konstitusional. Aksi kami bukan SARA, kami tidak aksi untuk anti‎ Cina. Kami sayangkan pelanggar hukum dibela," kata Rizieq.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved