Sabtu, 30 Agustus 2025

Tagline Baru Transjakarta: Buat Apa Bangun Pagi kalau ke Sudirman Hanya 35 Menit

Upaya itu terbilang efektif, karena selain bisa memangkas waktu tempuh dari Rawamangun-Dukuh Atas antara 10-15 menit

Editor: Hendra Gunawan
Harian Warta Kota/henry lopulalan
BUS TRANJAKARTA BARU - Jejeran bus Tranjakarta yang baru yang akan dipakai untuk melayani sejumlah koridor ketika hendak di resmikan penggunaannya oleh Gubenur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016). Total bus Tranjakarta 1.347 unit bus dan pada tahun 2017 Transjakarta bisa mengoperasikan lebih dari 3.000 unit bus. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- PT Transjakarta terus melakukan upaya peningkatan kualitas layanan.

Salah satunya, dengan membuat rekayasa lalu lintas di jalur koridor 4 (Dukuh Atas-Pulogadung), tepatnya dari simpang Matraman hingga pertigaan Jalan Tembak sekitar satu kilometer.

Upaya itu terbilang efektif, karena selain bisa memangkas waktu tempuh dari Rawamangun-Dukuh Atas antara 10-15 menit, juga mampu mendongkrak jumlah penumpang rata-rata 4000 orang per hari.

Manajer Humas PT Trans Jakarta Prasetyo Budi mengatakan, dengan keberhasilan itu pihaknya membuat tagline baru khusus untuk perjalanan TransJakarta koridor 4, yakni "Buat Apa Bangun Pagi Kalau ke Sudirman Hanya 35 menit".

"Ini harus dikampanyekan supaya masyarakat pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan transportasi umum khususnya Transjakarta. Koridor 4 adalah jalur padat dan kerap terjadi kemacetan. Dan jika menggunakan mobil pribadi, waktu tempuh bisa lama karena macet," jelas Prasetyo kepada Warta Kota, Jumat (28/10).

Tagline baru ini kata Prasetyo sudah terpasang di sejumlah titik strategis sepanjang koridor 4.

"Masyarakat kawasan Pulogadung dan sekitarnya banyak yang bekerja di kawasan Sudirman-Thamrin. Jadi kami terus dorong mereka naik TransJakarta. Selain armada yang baru, naik TJ bebas macet dan waktu tempuh yang cukup singkat dibandingkan naik kendaraan pribadi," jelasnya.

Untuk mengantisipasi membludaknya penumpang TransJakarta di koridor itu pada pagi hari, Prasetyo mengaku sudah melakukan langkah-langkah strategis.

Menurut Prasetyo, Armada yang melayani Koridor 4 sendiri totalnya ada 58 unit. Dengan rincian 18 unit melayani rute dari Pulogadung ke Dukuh Atas. 20 unit melayani rute TU Gas ke Bunderan Senayan dan 20 unit rute TU Gas ke Grogol.

Jadi untuk rute ke Sudirman yang menjadi pilot project tagline kami ini ada 40 unit. Hal yang penting di rute ini adalah diberlakukannya contra flow pada ruas jalan dari traffic light Matraman ke traffic light jalan Tambak mulai dari pukul enam sampai sembilan pagi," jelasnya.

Dan setiap pagi pada hari kerja mulai pukul 05.00 sampai 06.00, imbuhnya, ada 12 unit bus gandeng melintas di koridor 4 mulai dari halte Layur ke arah Sudirman.

Ke-12 bus ini hanya satu kali jalan di pagi hari. Ke-12 bus ini adalah bus yang akan beroperasi di koridor 1 sebanyak 6 unit dan koridor 9 sebanyak 6 unit.

"Jadi, kalau pelanggan di koridor empat khususnya yang naik dari Halte Layur, Pemuda Rawamangun, Velodrome dan seterusnya, tiba di halte koridor empat arah Sudirman antara pukul lima sampai enam pagi bisa naik bus gandeng Scania ke arah Sudirman (koridor 1) dan ke arah Grogol ( koridor 9)," jelasnya. (Feryanto Hadi)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan