Kamis, 22 Januari 2026

Wagub Djarot Dilempar Botol

Personel Satpol PP dan ajudan langsung mengamankan Djarot Saiful Hidayat saat pedagang di emperan

Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS/-
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Tangis histeris mewarnai aksi penertiban yang dilakukan puluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat mengangkut gerobak Pedagang Kaki Lima (PKL) di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Stasiun Beos, Jakarta Barat, Selasa (25/10/2016) siang.

Kericuhan pun tak terhindarkan antara PKL dan Satpol PP.

Padahal saat penertiban itu ada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat yang memantau kegiatan penertiban tersebut.

Lapak-lapak PKL yang terparkir di lahan itu langsung diangkut oleh Satpol PP.

Personel Satpol PP dan ajudan langsung mengamankan Djarot Saiful Hidayat saat pedagang di emperan Stasiun Kota mulai mengamuk.

Mereka melempar berbagai barang yang ada di sekelilingnya.

Mulai dari botol beling minuman ringan, krat (tempat botol minuman), hingga bangku, mereka lempar ke arah Djarot dan rombongan.

Pedagang yang sebagian besar ibu-ibu itu berteriak dan menangis histeris setelah personel Satpol PP mengangkut gerobak mereka yang disimpan di sebuah gudang tua.

"Jangan lempar, ini ada Pak Wagub," kata personel Satpol PP kepada para pedagang.

Namun pedagang tak mengindahkan imbauan tersebut. Mereka justru terus-terusan melempar botol ke arah Djarot dan rombongan.Djarot yang tengah meninjau pedagang dan berada di tengah-tengah kerumunan langsung diamankan ke tempat yang lebih aman. "Awas.. Awas..," kata polisi yang juga mengawal Djarot.

Sementara Djarot terlihat terus berbincang dengan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi dan Kepala Satpol PP DKI Jakarta Jupan Royter.

Selama Djarot berjalan, pedagang terus menangis histeris dan memohon agar pendamping Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama itu tidak mengangkut gerobak mereka.

Namun, gerobak pedagang tetap diangkut dan diminta untuk pindah ke Jalan Cengkeh.

Tindakan puluhan anak buah Kepala Satpol PP DKI Jupan Royter Tampubolon ini membuat para PKL kaget dan marah karena dilakukan penertiban tanpa pemberitahuan apa pun.

Meski mereka mendapat protes dari para pedagang, namun satpol PP semakin membabi buta mengangkut gerobak dagangan disitu.
Sementara Jupan yang turut mendampingi Djarot hanya diam saja melihat tindakan Satpol PP yang tidak persuasif.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved