Kecelakaan Bus Pendemo Ahok di Antara Olok-olok dan Doa Hujan Deras Ada 'Tamparan' Menyadarkan
Hingga berita ini diunggah ada 1.666 komentar netizen, hal yang sangat jarang terjadi dari sekian banyak berita yang ada di Tribunnews.com.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Demo besar-besaran 4 November 2016 menjadi pusat perhatian publik, termasuk sebuah kecelakaan di Tol Cipali, Kamis (3/11/2016).
Kecelakaan tersebut mencuri perhatian khalayak lantaran bus yang mengangkut beberapa pengunjukrasa dari Solo.
Bus tersebut mengangkut penumpang umum dengan sekelompok orang yang ditengarai ikut dalam unjuk rasa 4 November.
Kabar terbaru ada puluhan penumpang luka-luka dan dua penumpang dinyatakan tewas (dua penumpang tewas masih dalam konfirmasi).
Hingga berita ini diunggah ada 1.666 komentar netizen, hal yang sangat jarang terjadi dari sekian banyak berita yang ada di Tribunnews.com.
Ribuan komentar tersebut terus berdatangan di kolom komentar pada berita berjudul: Bus yang Mengangkut Pengunjuk Rasa Tanggal 4 November Kecelakaan di Tol Cipali.
Komentar-komentar yang masuk mengejutkan juga sangat beragam, namun bila dipilah ada tiga kubu.
Kubu pertama merupakan netizen yang menertawakan peristiwa ini lantaran menilai apa yang dilakukan mereka salah, bahkan tak sedikit yang mendoakan agar besok saat demo terjadi hujan deras dengan petir menyambar-nyambar.
Kubu kedua sebaliknya mendoakan dengan bijak lantaran apa yang dilakukan mereka berada di jalan yang tepat dan jaminannya di Surga.
Kubu ini juga menyatakan kalau perjuangan mereka tidak sia-sia sudah ada yang akan melanjutkannya.
Sementara kubu ketiga adalah komentar netizen yang bijak.
Keluar dari pro dan kontra keduanya.
Netizen ini bersimpati dan mendoakan dan sekaligus mengingatkan bahwa para penumpang kecelakaan di Tol Cipali sedang mengalami musibah.
"Jangan di ketawain..Meskipun mereka hendak demo,mereka sedang kena musibah.."
"Tak elok di pakai candaan dan olok"an.."
"Kita harus ikut bersimpati,berduka dan berdoa.. semoga yg meninggal kluarga di beri ketabahan,yg sakit luka di beri kesembuhan.."
"Tunjukkan anda memiliki sisi yg baik meskipun beda pendapat .."
Demikian tulis akun dengan nama Satya Zulfiqar Ipnu.
Akun lainnya yang senada menulis.
"Gak boleh kayak gtu, meski saya non muslim saya turut berduka dgn kecelakaan tersebut."
"Mereka yang berunjuk rasa belum tentu salah. Karena hasutan dan kurangnya wawasan dengan dunia mayalah yang menyebabkan mereka berangkat."
"Sekarang ayo berjabat tangan, rapatkan barisan untuk menjaga kedamaian di NKRI."
"Jangan beri celah hasutan yang memecah belah persatuan dan kerukunan di NKRI."
"Saya kira semua saudara muslim dan non muslim setuju kok untuk itu."
Tulis akun dengan nama Dwi Mhein.
Dua akun ini jadi semacam oase di tengah padang gurun komentar panas dan gersang terkait demo atas dugaan penistaan agama petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Calon Gubernur DKI Jakarta.
Dua akun tersebut merupakan 'tamparan menyadarkan' untuk semua.
Kecelakaan bus
Seperti dikutip dari Kompas.com, bus pariwisata dengan nomor polisi AA 1600 G terguling di Kilometer 115+200 ruas Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) pada Kamis (3/11/2016) sekitar pukul 03.30 WIB.
"Jumlah penumpang sebanyak 62 orang," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus melalui ponselnya, Kamis pagi.
Kepada Putra Prima Perdana Kontributor Kompas.com Bandung, Yusri menuturkan, pada saat itu, bus melaju dari arah Palimanan menuju Cikopo.
Bus tersebut kemudian menabrak truk yang dikemudikan oleh Aris (35), warga Cikarang Utara, Bekasi, yang tiba-tiba pindah dari lajur lambat ke lajur cepat.
"Akibatnya, bus tidak terkendali, oleng ke kanan, masuk median dan terguling," kata Yusri.
Dari keterangan sopir bus, Ahmad Sakir (31), para penumpang bus akan mengikuti aksi unjuk rasa 4 November di Jakarta.
"Rencananya akan melakukan unras (unjuk rasa) di Jakarta," kata dia.
Dalam kecelakaan tersebut, seorang laki-laki bernama Sarjono (47), warga Kampung Klegen Gatak, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sawon, Kabupaten Bantul, dinyatakan meninggal dunia.
Korban luka ringan dan luka berat dibawa ke RSUD Ciereng, Subang; dan RSUD Cideures, Majalengka.
"Korban dibawa ke RSUD Ciereng, Subang, satu orang meninggal dunia, 5 orang luka ringan. Di RSUD Cideures, Majalengka, satu orang luka berat dan 8 orang luka ringan," ujarnya.
Info terbaru menyatakan dua penumpang dikabarkan tewas (dua penumpang tewas masih dalam konfirmasi). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20141025_212017_ilustrasi-kecelakaan-mobil.jpg)