BBM Non Subsidi
Harga Pertamax Turbo hingga Dex Melonjak, Tak Ada Antrean Berarti di Dua SPBU Pertamina COCO Ini
Pantauan di lapangan menunjukkan tidak ada fenomena panic buying atau antrean berarti di sejumlah SPBU
Ringkasan Berita:
- PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex signifikan.
- Meski harga naik, kondisi SPBU tetap normal tanpa panic buying, antrean hanya terjadi pada BBM tertentu.
- Sebagian konsumen menyesuaikan pilihan BBM, sementara lainnya tetap bertahan meski harga meningkat cukup tajam.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex per Sabtu, 18 April 2026.
Meski BBM nonsubsidi mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan, pantauan di lapangan menunjukkan tidak ada fenomena panic buying atau antrean berarti di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di SPBU Pertamina 31.124.02 Fatmawati, Jakarta Selatan, pada pukul 17.11 WIB, antrean di salah satu SPBU COCO tersebut tampak normal pasca-kenaikan harga.
Untuk kendaraan roda dua, antrean hanya terlihat pada dispenser bahan bakar Pertalite (RON 90) dan Pertamax (RON 92) yang harganya memang tidak mengalami penyesuaian.
Sementara itu, pada dispenser Pertamax Turbo (RON 98) khusus motor, tidak tampak antrean sama sekali.
Baca juga: Lonjakan Harga BBM Nonsubsidi Kerek Minat Masyarakat Beli EV? Ini Kata Pengamat
Keadaan sedikit berbeda di dispenser Pertamax Turbo untuk kendaraan roda empat, di mana terlihat ada sedikit antrean.
Kenaikan harga ini nyatanya membuat beberapa pengendara terpaksa menyesuaikan pilihan bahan bakarnya.
Pilih Pertamax
Andre, seorang pengendara mobil BMW X1, menceritakan alasannya menurunkan nilai oktan bensin yang biasa ditelan oleh kendaraannya dari Pertamax Turbo menjadi Pertamax.
"Oh enggak, biasanya saya isi turbo (Pertamax Turbo), tapi saya bangun tidur tadi, lihat sosmed, harga BBM non-subsidi naik," kata Andre sembari menyeruput kopi di kedai yang berada di dalam area pom bensin usai mengisi bahan bakar.
Menyadari mobil pabrikan Eropa miliknya memiliki kompresi mesin yang tinggi, Andre mengaku ada sedikit kekhawatiran saat harus menggunakan Pertamax.
"Ketakutan sih ada, tapi mau gimana lagi, harga naiknya lumayan juga. Paling saya nanti musti sering cek filter bensin," ungkapnya.
Terkait kebijakan kenaikan harga tersebut, Andre berharap ada komunikasi yang lebih baik dari pihak pemerintah maupun Pertamina sebelum kebijakan diterapkan.
"Saya sih paham, yang naik BBM non-subsidi. Biasanya kalau harga naik emang enggak ada beritanya. Tapi karena selisihnya lumayan, minimal ada pemberitahuan sebelumnya, biar enggak kaget," tambahnya.
Kondisi sepi antrean juga terlihat saat Tribunnews.com menelusuri SPBU Pertamina lainnya di kawasan Jakarta Selatan, tepatnya di SPBU Pertamina 31.192.02 Kuningan.