Sabtu, 11 April 2026

Perayaan Maulid Nabi

Peringati Maulid Nabi, Anies-Sandi Nyanyikan 'Rindu Rasul'

Dalam video berdurasi 3 menit 29 detik yang diunggah Anies ke Youtube, terlihat keduanya menghayati lagu tersebut saat membawakannya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS/FITRI
Calopn Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di perayaan Maulid Nabi di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (12/12/2016) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Paslon Gubernur dan Wagub DKI, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno, membawakan lagu Rindu Rasul ciptaan Taufik Ismail, penyair kelahiran Bukittingi.

Dalam video berdurasi 3 menit 29 detik yang diunggah Anies ke Youtube, terlihat keduanya menghayati lagu tersebut saat membawakannya.

Secara khusus, lagu tersebut dinyanyikan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal atau bertepatan dengan hari ini (Senin, 12/12).

"Kelahirannya tak hanya menandai hadirnya manusia luar biasa di kaumnya dan di zamannya, tapi ia luar biasa lintas kaum dan lintas zaman," ujar Anies dalam keterangan tertulisnya, beberapa saat lalu.

Sebab, kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini, Muhammad SAW tetap dicintai umat muslim di seluruh dunia.

"Keteladanan tanpa akhir," katanya. Sebab, nabi memiliki empat sifat yang mulia, shiddiq (benar), tabligh (menyampaikan), amanah (bisa dipercaya), dan fathonah (cerdas).

Lebih jauh, Mantan Ketua Komite Etik KPK ini mengaku, kerap menahan air mata saat proses rekamanan. "Dada serasa berdegup lebih cepat, kerongkongan terasa berat. Ada rasa dan suasana hati yang tak mudah diungkap," bebernya.

Anies sempat membayangkan kehidupan Muhammad sejak lahir, dimana tidak memiliki seorang ibu. Lalu, harus menjadi yatim piatu pada usia enam tahun dan ditinggal selama-lamanya oleh sang kakek tercinta dua tahun kemudian.

"Dalam keheningan malam itu air mata ini mengambang," ungkapnya.

Kata Anies, lagu tersebut dan maulid menjadi momen pengingat bagi diri sendiri, agar terus berusaha mengikuti jejak Muhammad. Baik sebagai pemimpin dengan meneladani kebijaksanaan, optimisme, dan kepeduliannya.

Kemudian, sebagai cendekiawan yang bijaksana dan bisa menerima kebenaran yang datang dari siapapun. Lalu, sebagai pedagang yang menggerakkan perekonomian atas dasar kejujuran serta sebagai seorang ayah, kakek,dan suami yang penuh cinta dan kasih sayang.

"Serta sebagai seorang panglima yang berani mengambil risiko dan bertanggung jawab atas tindakan anak buahnya," imbuh alumnus Universitas Gajah Mada itu.

"Selamat menikmati, selamat sama-sama mengambil hikmahnya dan biarkan lagu ini didengarkan lewat telinga dan lewat hati," tandas Anies.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved