Rabu, 8 April 2026

Kasus Ahok

Seperti Dirinya Mamaafkan Pengadang Kampanye, Djarot Minta Umat Muslim Maafkan Ahok

Menurutnya, tidak ada niatan sedikitpun dari dalam diri Ahok untuk melecehkan ayat suci Alquran dan Umat Islam

Tribunnews.com/Dennis Destriyawan
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat sesuai mengikuti perayaan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Huda, Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/12/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengajak semua umat Muslim di Jakarta dan Indonesia menerima permintaan maaf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, terkait kasus dugaan penistaan agama.

"Tadi Pak Ahok juga sudah bilang mohon doa dan sekaligus minta maaf kepada umat Islam," kata Djarot di Masjid Al Huda di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/12/2016).

Menurutnya, tidak ada niatan sedikitpun dari dalam diri Ahok untuk melecehkan ayat suci Alquran dan Umat Islam.  "Saya sebagai umat Islam itu, saya sebagai pribadi memaafkan," ujarnya.

Seperti yang dilakukan Djarot juga kepada para pelaku pengadangan selama melakukan kampanye. Ia memberikan maaf kepada para pelaku. Tetapi secara hukum, proses hukum tetap harus berlangsung.

"Besok saya juga akan menghadiri sidang pengadangan. Saya enggak tahu jam berapa. Tapi saya pribadi memaafkan pada siapapun melakukan pengadangan. Sekaligus memberikan pembelajaran dan pendewasaan domokrasi," ucap Djarot

Djarot mengungkapkan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW harus dirayakan dengan penuh syukur, kegembiraan dan keriangan. Karena Islam mengajarkan kasih sayang, toleransi dan kedamaian.

"Inilah Islam. Kalau di kampung, pelaksanaan perayaan Maulid Nabi bisa seminggu. Bisa ada pasar malam. Itu menandakan Islam telah membawa kita ke alam terang benderang, keluar dari zaman kegelapan," tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved