Senin, 8 Juni 2026

Pilgub DKI Jakarta

Soal Kasus Penempelan Stiker Cagub-Cawagub, Anies Baswedan: Harus Jaga Etika dan Adab

Pernyataan Anies tersebut menjawab pertanyaan wartawan mengenai kasus penempalan stiker tanpa izin yang diduga dilakukan tim pemenangan cagub-cawagub

Tayang:
Facebook/Pataresia Tetty
Pemasangan stiker Agus-Sylvi tuai protes seorang netizen pendukung Ahok. Foto dan kisahnya jadi viral. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon gubernur Jakarta Anies Baswedan meminta kepada semua pasangan calon dan tim pemenangan untuk menjaga etika dan adab dalam kampanye Pilkada DKI Jakarta.

Pernyataan Anies tersebut menjawab pertanyaan wartawan mengenai kasus penempalan stiker tanpa izin yang diduga dilakukan oleh tim pemenangan salah satu Cagub-Cawagub di Kramatjati, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi viral setelah sang pemilik rumah menuliskan kejadian tersebut ‎di akunnya di facebook.

"Menurut saya begini, kita harus jaga etika dan jaga adab‎," kata Anies usai kampanye di Kampung Wadas, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Senin (2/1/2017).

‎Menurut Anies rumah warga merupakan wilayah yang memiliki privasi.

Karenanya ia selalu menekankan kepada tim pemenangannya untuk selalu meminta persetujuan terlebih dahulu sebelum menempelkan stiker.

‎‎"Apalagi di rumah warga ya, rumah warga itu wilayah private itu kan privasi. saya selalu garis bawahi kepada semuanya, jika bersedia dipasangi maka tempel, jika tidak, jangan‎," katanya.

Selain itu kepada tim-nya Anies mengatakan dalam mengampanyekan dirinya di Pilkada DKI tidak boleh adanya paksaan. Karena menurutnya melakukan perubahan di Jakarta harus dengan ajakan.

"Karena usaha kita mengajak untuk perubahan, bukan memaksa. itu insyaallah kita tidak akan lakukan seperti itu," katanya.

‎Seperti diberitakan Kompas.com, adanya pendataan dari pihak kelurahan ke rumah warga, yang berujung pemasangan stiker pasangan cagub-cawagub nomor satu, Agus-Sylvi menjadi viral di media sosial Facebook.

Pemilik akun Facebook Pataresia Tetty menuliskan, dia didatangi petugas dari kelurahan yang mengaku hendak mendata. Padahal, sudah pihak kelurahan sudah mendata rumahnya sebulan yang lalu.

Cerita ini yang ditulis pada 29 Desember 2016 ini sudah menyebar di Facebook. Berikut kutipannya:

"A-ha .. barusan eike didatangi petugas dari kelurahan buat ngedata pemilih paslon buat Pilkada nanti. Padahal sebulan yang lalu gue udah didata dan dapet sticker tanda bahwa gue sudah terdaftar sebagai pemilih resmi. Nah yang barusan dateng dari kelurahan itu ibu-ibu.mencatat jumlah pemilih di keluarga gue. Kebetulan cuma ada 2, yaitu gue dan bokap gue sesuai dengan data yg tercantum di kartu keluarga. Doi catet nama gue dan nama bokap dibalik sticker, lalu setelah bagian belakang sticker yg berisi data nama gue dan nama bokap dilepas, sticker itu ditempel di kaca jendela gue.
Mau tau tu sticker gambar siapa? Ternyata tu sticker gambar paslon no.1. Lalu terjadilah percakapan seperti ini:

Gue : "ishh .. ibu saya mah pilih Ahok, bukan anaknya si pepo yang emaknya galak ini".

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved