Dengan Alquran, Umat Muslim Tidak Akan Mengkhafir-kafirkan Muslim Lainnya
Dengan menghafal dan mengkaji ayat suci Alquran, umat muslim tidak akan dengan mudah mengkhafir-kafirkan umat muslim lainnya.
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dengan menghafal dan mengkaji ayat suci Alquran, umat muslim tidak akan dengan mudah mengkhafir-kafirkan umat muslim lainnya.
Demikian ditegaskan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI 'Jakarta, Hasbiyallah Ilyas saat menggelar kegiatan 'Jakarta Mengaji' di Lapangan Pejaten, Sabtu (25/3/2017).
Baca: Resmikan Gedung Baru Untirta, Menristekdikti Pimpin Khataman Alquran
Hasbi berharap dengan membudayakan kembali gerakan mengaji, tidak ada lagi umat muslim di 'Jakarta dengan mudah mengkhafir-kafirkan umat muslim lainnya.
"Jakarta patut berbangga karena setiap pekannya telah mengkhatamkan Alquran sebanyak 100 ribu kali. Ini tradisi Nahdlatul Ulama yang harus terus dilakukan," katanya.
'Gerakan Jakarta Mengaji’ yang merupakan turunan dari 'Gerakan Nusantara Mengaji harus terus disiarkan ke seluruh antero pelosok Jakarta.
"Jakarta Mengaji sebagai sarana bermunajat kepada Allah SWT. Selain itu, untuk menghidupkan tradisi kultur ahlus sunnah wal jamaah," tuturnya.
“Kegiatan DKI mengaji untuk menghidupkan kultur ahlus sunnah wal jamaah,” jelas Hasbi dalam sambutan ‘Jakarta Mengaji’ di Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu 25 Maret 2017.
Baca: Ribuan Mahasiswa Universitas Negeri Padang Khatamkan Alquran
Hasbi berkata, akhir-akhir ini Jakarta telah banyak dimasuki aliran-aliran yang menggerus pemikiran ahlus sunnah waljamaah. Bahkan, dengan mudahnya masyarakat mengkafirkan sesama muslim.
“Dengan Jakarta mengaji, Jakarta akan semakin sejuk, tenteram dan damai,” ucapnya.
Sementara, tokoh PKB sekaligus kiai NU, KH Rosyadi menegaskan, Jakarta Mengaji merupakan rangkaian kegiatan DPW PKB DKI Jakarta dalam rangka melanjutkan tradisi Nusantara Mengaji.
"Para jamaah sangat antusias mengikuti acara 'Jakarta Mengaji' meski diguyur hujan. Ini bukti warga NU dan PKB tetap antusias mengikuti kegiatan pengajian," ucapnya.
Sedikitnya terdapat 3.000 warga NU yang mengikuti acara Jakarta mengaji yang dipimpin langsung KH Ahmad Rosidi dan Ahmad Wahid.