Bulan Lalu Ada Warga DKI Gantung Diri Live di Facebook, Hari Ini di Bekasi, Pengamat Bilang Menular

Menurut Reza aksi bunuh dengan merekamnya dan menyebarkannya melalui media sosial adalah suicide contagion atau sangat mudah menular.

Bulan Lalu Ada Warga DKI Gantung Diri Live di Facebook, Hari Ini di Bekasi, Pengamat Bilang Menular
Warta Kota
Driver ojek online di Bekasi gantung diri. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi gantung diri pengojek Grab, Yohanes Praga Janu Peranggupi (24), Jumat (7/4/2017) pagi tadi, dengan merekamnya dan mengirimkan rekaman itu ke kekasihnya, diduga kuat oleh Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel adalah fenomena suicide contagion atau aksi bunuh diri karena tertular aksi serupa sebelumnya.

Kejadian nyaris serupa juga terjadi di Jakarta bulan lalu.

Baca Berita Terkait: Menengok Rumah Kosong Lokasi Bunuh Diri Live via Facebook Pahinggar Indrawan

Menurut Reza aksi bunuh dengan merekamnya dan menyebarkannya melalui media sosial adalah suicide contagion atau sangat mudah menular.

Reza menilai sangat masuk akal jika aksi Yohanes ini dilakukannya karena tertular oleh aksi sebelumnya yang dilakukan Pahinggar Indrawan di rumahnya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (18/3/2017) lalu.

Baca: Driver Ojek Online di Bekasi Gantung Diri, Videonya Dikirim ke Pacar, Ucapkan Senang Kenal Kamu

Saat itu Pahinggar menyiarkan aksi bunuh dirinya secara live atau secara langsung melalui Facebook.

"Sepertinya kekhawatiran saya beberapa pekan silam saat kasus bunuh diri live di facebook heboh, bahwa ini bisa menular dan ditiru, kebetulan menjadi kenyataan, ya," kata Reza, kepada Warta Kota, Jumat (7/4/2017).

Ia mengatakan kemungkinan besar Yohanes tertular aksi sebelumnya atau Suicide Contagion, sehingga ia menirunya atau copycat suicide, dengan merekam aksinya dan mengirimkan rekaman itu ke kekasihnya lewat WhatsApp.

Menurut Reza sangat masuk akal jika Yonanes tertular dan akhirnya melakukan peniruan bunuh diri seperti korban sebelumnya dengan cara hampir sama.

"Dari studi, di negara semacam Amrerika, tertular dan melakukan peniruan seperti ini sudah menjadi fenomena. Kesiimpulannya kuat, bahwa duplikasi perilaku melalui medsos," kata Reza.

Untuk menghentikannya agar tidak makin menular dan terjadi aksi peniruan selanjutnya, Reza mengatakan kita semua harus menekankan betul dalam setiap obrolan, juga termasuk liputan di media massa, bahwa bunuh diri adalah seratus persen salah.

"Bunuh diri sama sekali bukan jalan keluar, apalagi untuk menangguk popularitas. Bunuh diri justru memperburuk masalah dengan meninggalkan tekanan batin dan malu di keluarga serta orang terdekat," kata Reza.

Kini kata Reza kegawatan terkait medsos yang kita hadapi saat ini bukan hanya pada hoax, predator seksual, kampanye kekerasan atau beberapa hal lainnya. Tetapi juga sudah mulai menggejala ke bunuh diri.

"Kegawatan terkait medsos yang kita hadapi yakni hoax, predator seksual, kampanye kekerasan, dan -mulai menggejala, bunuh diri," katanya.

Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved