Pilgub DKI Jakarta
Akseptabilitas Ahok-Djarot Meningkat Jelang Hari Pemungutan Suara Putaran Dua Pilkada DKI
Akseptabilitas pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Syaiful Hidayat meningkat jelang pemungutan suara putaran dua Pilkada DKI.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Akseptabilitas pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Syaiful Hidayat meningkat jelang pemungutan suara putaran dua Pilkada DKI.
Pemungutan suara Pilkada DKI putaran dua akan berlangsung 19 April 2017.
Hal itu terlihat dalam survei yang dilakukan Focus Survei Indonesia (FSI).
Direktur Eksekutif FSI Budi Dewantara mengatakan penilain tersebut mengacu pada kualitas, kompetensi, integritas.
Kemudian profesionalitas, personalitas, perilaku, prestasi, reputasi, kepemimpinan, visi dan lain-lain.
Proses penilaian melahirkan penerimaan atau akseptabilitas pemilih terhadap kedua paslon.
Dalam survei menunjukan Pasangan Basuki Tjahaja - Djarot Syaiful Hidayat memiliki tingkat akseptabilitas sebesar 79,3 persen.
Sementara pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno hanya memiliki tingkat Akseptabilitas sebesar 59,1 persen.
Baca: LSI Denny JA Beberkan Keunggulan Anies-Sandi Mampu Salip Ahok-Djarot
Baca: Survey LSI Denny JA Prediksi Jakarta Punya Gubernur Baru
Baca: Peneliti LSI Denny JA Akui Ada Pertemuan dengan Prabowo Subianto
"Dari tingkat akseptabilitas menunjukan kalau masyarakat menilai Basuki-Djarot lebih punya pengalaman dalam memimpin sebuah daerah dibandingkan Anies-Sandi," papar Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (13/4/2017).
Budi mengatakan pihaknya mendapatkan 69,3 persen dari responden mengunakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI Jakarta putaran pertama.
Kemudian, 30,7 persen tidak memberikan haknya dengan alasan tidak punya waktu, tidak peduli, dan tidak di Jakarta saat hari pemungutan suara.
Tetapi ketika responden ditanyakan apakah akan memberikan hak pilih dalam pilkada DKI putaran dua didapati 78,7 persen akan memberikan hak pilihnya.
Angka tersebut menunjukan emosi kelompok pendukung pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi dinilai tidak mampu dijadikan sebagai energi positif dalam meningkatkan partisipasi pemilih di putaran dua Pilgub DKI.
"Dimana hanya meningkat partisipasi sebanyak 1,2 persen dibandingkan putaran pertama yang hanya 77,5 persen," ujar Budi.
Untuk tingkat popularitas, Budi memaparkan kedua pasangan didapati 98,3 persen masyarakat Jakarta sangat mengenal pasangan Ahok-Djarot.
Sedangkan tingkat popularitas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga di masyarakat Jakarta sebesar 90,2 persen.
Hal ini, kata Budi, sangat lumrah Karena Ahok merupakan tokoh fenomenal dan memancing banyak pemberitaan di media massa.
Ia mengatakan tingkat popularitas kedua paslon menunjukan ada ikatan emosional antara pemilih dengan kedua paslon itu.
"Hal ini disebabkan kedua paslon rajin menjual nama dan prestasinya kepada masyarakat," kata Budi.
Mengenai tingkat kapabilitas, Budi menuturkan banyak hasil pembangunan di Jakarta yang dilakukan Ahok-Djarot selama ini dibandingkan dengan era Fauzi Bowo.
Sementara tingkat kapabilitas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga dinilai masyarakat Jakarta hanya 41,4 persen untuk memimpin Jakarta.
"Ini menunjukan nilai realitas kalau 58,6 persen masyarakat Jakarta meragukan kapabilitas Anies Baswedan-Sandiaga sekalipun Anies pernah menjadi menteri pendidikan," kata Budi.
Hal menarik, Kata Budi, ketika masyarakat Jakarta ditanyakan akan memilih siapa diantara kedua paslon Kepala Daerah Jakarta mereka memilih Ahok-Djarot.
"Dari jawaban survei didapati 48,2 persen akan memilih pasangan Basuki-Djarot sedangkan 41,4 persen akan memilih Anies -Sandiaga sedangkan yang belum menentukan pilihan 10,4 persen," katanya.
Survei dilakukan mulai tanggal 3 April sampai tanggal 11 April 2017.
Responden sebanyak 2178 warga Jakarta yang diambil dari total Daftar Pemilih Tetap sebanyak 7,2 juta pada pilkada Jakarta putaran dua.
Survei ini mengunakan teknik multistage random sampling dan tingkat margin of error sebesar kurang lebih 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei ini didanai secara mandiri oleh Focus Survei Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kedua-paslon-bersalaman-usai-debat-pilkada_20170413_113611.jpg)