Kamis, 23 April 2026

Seorang Ibu di Cakung Tak Kuasa Menolong Anaknya Dilalap Api

Umriyah pagi itu menjalankan aktivitas rutin sebagai ibu rumah tangga, mencuci baju kemudian, menjemurnya tak jauh dari bedeng yang ia tempati

Editor: Hasanudin Aco
net
Ilustrasi kebakaran. 

‎Sebanyak enam armada pemadam kebakaran datang, setelah seorang warga melaporkan peristiwa kebakaran itu.

Kebetulan, tak jauh dari lokasi, terdapat sebuah pos pemadam kebakaran.

Petugas yang datang segera menyemprotkan air dari selang-selang besar, berharap api tidak menyebar ke lokasi yang lebih luas di komplek pengumpulan sampah itu.

‎Di tengah upaya pemadaman, Uum tampak kalang kabut.

Ia kerap berteriak histeris, meminta agar anaknya segera diselamatkan.

Sementara, sejumlah tetangga berusaha menenangkan Uum dan memintanya memberikan kesempatan kepada petugas untuk melakukan evakuasi.

Dalam waktu sekitar satu jam, petugas pemadam kebakaran mampu menjinakkan api.

‎Hati Uum makin hancur ketika warga dan petugas pemadam kebakaran melakukan upaya evakuasi terhadap Nabila.

Bocah malang itu pun sudah meninggal dunia dalam keadaan telungkup.

Tubuhnya gosong. Uum hampir tak tega melihat kondisi anaknya, ia menangis histeris.

Badannya langsung lemas.

‎Sementara itu, suami Uum, Umaidi (33) yang pada siang harinya tiba di lokasi, hampir tak percaya melihat kondisi anaknya.

“Saat kejadian saya bekerja. Ada kakak yang nyusul ke pabrik, ngasih tahu kalau bedeng kami terbakar. Saya pulang dan langsung lemas melihat keadaan anak saya,” kata Umaidi.

‎Usai kejadian, jenazah Nabila untuk sementara waktu disemayamkan di rumah bedeng milik tetangga yang masih berada satu kompleks dengan lokasi bedeng yang terbakar.

Ratusan warga secara bergantian datang untuk melihat kondisi Nabila, namun kebanyakan tidak cukup kuat ketika dihadapkan jenasah bayi mungil itu.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved