Pilgub DKI Jakarta
Erwin Aksa Menduga Ada Pihak yang Ingin Coreng Citra Anies
Kehebohan sempat terjadi saat Anies Baswedan menumpang helikopter ke Balai Kota DKI Jakarta untuk menemui Gubernur Petahana DKI Jakarta.
Editor:
Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kehebohan sempat terjadi saat calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menumpang helikopter ke Balai Kota DKI Jakarta untuk menemui Gubernur Petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Helikopter yang digunakan Anies tersebut diketahui milik pengusaha yang juga politisi Partai Golkar, Erwin Aksa.
Erwin membantah Anies naik helikopter hanya untuk bergaya-gayaan. Erwin heran informasi tersebut beredar luas ke masyarakat.
Erwin menilai, ada pihak-pihak yang dengan sengaja ingin menimbulkan kesan negatif terhadap Anies.
"Menurut saya ini sangat-sangat tertutup sekali sehingga ada yang ya (mungkin) mengisukan sana-sini yang mungkin ya mencari lah," ujar Erwin.
Anies dan Ahok bertemu di Balai Kota, Kamis (20/4/2017) untuk membahas mengenai program kerja Pemprov DKI Jakarta 2018 dan rekonsilitasi antar pendukung Anies dan Ahok.
Sebelumnya, Anies mengaku dipinjamkan helikopter oleh Erwin Aksa saat hendak menemui Ahok.
Menurut Anies, dia menghormati waktu yang disediakan Ahok, yaitu pukul 07.45 WIB pada Kamis kemarin untuk bertemu dirinya di Balai Kota.
Anies mengejar waktu itu karena sebelum menemui Ahok, dia harus mengikuti ada kegiatan lain.
Tidak disebutkan kegiatan lain yang dimaksudkan Anies. Ahok pun pagi itu harus menjalani sidang tuntutan kasus dugaan penodaan agama.
Erwin mengatakan, untuk menghindari pandangan tersebut, tempat pendaratan dilakukan di lokasi yang jauh dari area publik dan kecil kemungkinannya untuk diketahui oleh masyarakat.
"Kami bukan untuk gaya-gayaan lah, tidak ada. Kami pun tidak tahu dari mana asal usulnya ada yang tahu kami naik helikopter begitu. Kami tidak mendarat di tengah publik, kami tidak mendarat di lapangan yang banyak masyarakat," ujar Erwin.
Baca: Anies Kisahkan Perjuangannya hingga Terpilih Jadi Gubernur DKI
Ingin Ketemu Ahok Lagi
Calon gubernur Jakarta Anies Baswedan berencana melakukan pertemuan lagi dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Sebelumnya, Anies yang menjadi pemenang Pilkada DKI 2017 versi hitung cepat telah bertemu dengan Ahok sehari setelah pemungutan suara, atau Kamis (20/4/2017).
"Memang ada rencana itu," kata Anies di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
Namun Anies belum mau menjelaskan rinci mengenai rencana pertemuannya tersebut. Ia juga tidak mau berbicara terlalu jauh mengenai rencana kerjanya nanti, sebelum ada keputusan resmi dari KPU DKI mengenai hasil Pilkada.
"Kita bereskan sampai semuanya keputusan tuntas dari KPUD baru kita melangkah. Rasanya, kurang pas. Kita masih sama-sama menunggu KPUD, kalau bergerak (sekarang), nanti kepatutannya kurang pas," katanya.
Tidak hanya bertemu Ahok, Anies juga mengaku akan lebih intens melakukan kegiatan silaturahmi dengan sejumlah tokoh dan elemen masyarakat.
Seperti yang dilakukannya kemarin Anies yang merupakan pemenang Pilkada DKI versi hitung cepat menyambangi Ponpes At-Itqon, menyambangi jemaah di masjid At-tin Taman Mini, dan bertemu warga di Tanah Abang.
Menurut Anies, hingga ditetapkan secara resmi sebagai pemenang dan dilantik sebagai gubernur ia akan terus bersilaturahmi dengan warga.
"Selama ini kan tidak ada aktivitas secara profesional ya, tapi banyak sekali kegiatan yang harus disiapkan. Secara pekerjaan memang belum jadi gubernur, tapi secara kegiatan banyak sekali. Nonstop kegiatannya," katanya.
Anies mengatakan selain bersilaturahmi dengan warga, dia juga akan mempersiapkan diri menjelang pelantikan sebagai gubernur DKI pada Oktober 2017.
Tim kampanye dan tim pakarnya sedang merancang kegiatan dan materi persiapan jelang pelantikan.
"Kita juga sudah siapkan timnya, meeting dengan tim kampanye kemarin, tim konten, itu luar biasa yang harus disiapkan. Jadi, waktunya pasti akan habis untuk menyiapkan Oktober 2017," paparnya.
Selain itu, Anies juga mengaku akan menemui sejumlah pendukungnya di Pilkada DKI yang belum sempat ia temui. Termasuk para relawan yang secara sukarela ikut mengkampanyekan dirinya di Pilkada DKI 2017.
"Mereka bikin kaos sendiri, bikin poster sendiri, iuran sendiri, kerja semuanya sendiri, ketemu Anies belum pernah, salaman belum pernah, saya datang ke mereka dan mengucapkan terima kasih. Itu yang kami kerjakan selama ini," kata dia.
Sementara itu Sandiaga Uno mengaku berencana melakukan gencatan medsos demi melakukan rekonsiliasi warga Jakarta di tingkat bawah usai Pilkada DKI Jakarta.
Sandiaga Uno menyatakan pihaknya memulai rekonsiliasi di tingkat bawah juga melalui media sosial.
"Sekarang di tingkat pendukung kami sedang usahakan gencatan postingan dan broadcasting di media sosial yang menimbulkan reaksi negatif. Terutama pembicaraan mengenai program dan realisasi janji," ujar Sandi.
Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa kini Jakarta masih dipimpin Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat.
Oleh karenanya ia meminta warga untuk fokus terlebih dahulu kepada penyelesaian program-program oleh Ahok-Djarot di sisa enam bulan pemerintahan mereka.
"Kami pun ikut fokus mendukung gubernur dan wakil gubernur saat ini menyelesaikan program selama sisa enam bulan pemerintahan. Biarkan mereka selesaikan, baru setelah saya dan Pak Anies dilantik mari kita bicarakan program dan realisasi janji," tegasnya. (fik/zal/kps/wly)