Polisi Bunuh Diri

Bripka Teguh Tewas Bunuh Diri Diduga Stres Usai Diperiksa Kasus Penembakan Rumah Jazuli

Bripka Teguh Dwiyatno (45), anggota Detasemen A Satuan III Pelopor Bagian Logistik persenjataan, ditemukan tewas bunuh diri di garasi mobil.

Bripka Teguh Tewas Bunuh Diri Diduga Stres Usai Diperiksa Kasus Penembakan Rumah Jazuli
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Suasana Tempat Kejadian Perkara (TKP) Penembakan rumah anggota DPR Komisi 1 Jazuli Juwaini di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (4/5/2017). Penembakan yang mengenai jendela kamar anak Jazuli Juwaini ini diduga untuk meneror Ketua Fraksi PKS tersebut dan hingga saat ini Polisi belum berhasil mengungkap siapa pelakunya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asrama Brimob di kawasan Kedaung, Pamulang, Tangeran Selatan, Senin (15/5/2017), mendadak gempar.

Bripka Teguh Dwiyatno (45), anggota Detasemen A Satuan III Pelopor Bagian Logistik persenjataan, ditemukan tewas bunuh diri di garasi mobil, sekira pukul 07.00 WIB.

Ia tewas akibat peluru revolver yang menghantam kepala bagian kanan tembus hingga pelipis kiri.

Jenazahnya tergeletak di depan garasi mobil asrama Brimob tersebut, ditemukan seorang anggota Brimob berinisial N yang saat itu berkeliling kompleks asrama menggunakan sepeda.

Beberapa hari sebelum bunuh diri, Bripka Teguh Dwiyatno menjalani pemeriksaan terkait kasus penembakan rumah pribadi Jazuli Juwaini, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR, di Jalan Mustawarah No 10 Kelurahan Sawah, Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan.

Peluru nyasar yang mengenai kaca jendela lantai II rumah Jazuli itu terjadi pada Rabu (3/5/2017) lalu.

"Berkaitan tembakan yang mengenai rumah anggota DPR, yang bersangkutan ini diperiksa secara intens. Diduga karena peristiwa tersebut dan pemeriksaan terhadap dirinya, korban menjadi stres dan melakukan bunuh diri," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto, di Mabes Polri, Senin.

Selama ini Teguh Dwiyatno tinggal di Asrama Brimob Kompi I, Batalyon A, Resimen III Kedaung, Blok C, Pamulang, Tangerang Selatan.

Senjata api yang dipakai untuk bunuh diri yaitu revolver inventaris Polri jenis CDS.

"Jadi, kesimpulan sementara meninggalnya Bripka Teguh Dwiyatno diduga kuat akibat bunuh diri karena yang bersangkutan merasa bersalah dan bertanggung jawab terkait tugasnya," jelas Rikwanto.

Halaman
123
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved