Pesta Homo di Kelapa Gading

Penggerebekan Pesta Homo Seksual di Kelapa Gading Diprotes, Ini Tanggapan Polisi

Poin keberatan di antaranya soal cara polisi yang menggiring ratusan pria tersebut dengan telanjang dada dan dipotret sehingga foto mereka tersebar.

Penggerebekan Pesta Homo Seksual di Kelapa Gading Diprotes, Ini Tanggapan Polisi
ISTIMEWA
Sebagian dari 141 pelaku pesta homo yang diamankan polisi dalam penggerebekan di Ruko Kokan Permata Blok B 15-16 Kelapa Gading RT 15 / RA 03 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Minggu (21/5/2017) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa pegiat atau LSM keberatan atas cara Polres Jakarta Utara dalam melakukan penggerebekan 141 orang yang diduga terlibat prostitusi gay atau homo seksual di sebuah ruko di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (21/5/2017) malam.

Poin keberatan di antaranya soal cara polisi yang menggiring ratusan pria tersebut dengan telanjang dada dan dipotret sehingga foto mereka tersebar.

Kepala Bagian Penerangan Masyarakat (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, menyampaikan penyebaran informasi maupun foto-foto tersebut bukan dari pihak kepolisian.

"Penyebaran info penangkapan itu bukan dari pihak kepolisian. Kepolisian dalam menyampaikan info kepada masyarakat melalui konferensi pers atau melalui pers rilis, yang disampaikan kepada wartawan. Jadi, bukan kepolisian," kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Senin (22/5/2017).

Baca: Tamu yang Menari Telanjang Diberi Hadiah Kaos Cantik

Sementara itu, upaya penggerebekan praktek prostitusi tersebut adalah dalam rangka penegakan hukum dan bukan kesewenang-wenangan polisi.

Diduga terjadi pelanggaran yang dilakukan ratusan pria terhadap Undang-undang Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Menurut Martinus, jika ada masyarakat yang keberatan atas penggerebekan yang dilakukan polosi terkait kasus ini, seharusnya menyampaikan dan mengkonfirmasinya kepada polisi.

Dan mereka seharusnya tidak mem-viralkan kembali sikap atau informasi dari mereka.

"Karena bisa saja info diterima dan hal yang menjadi keberatan itu informasi yang ditentukan sepihak. Alangkah baiknya konfirmasi lagi ke kepolisian. Nanti kami akan menjelaskan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved