Ini Solusi Agar Perilaku Bullying Tidak Kembali Terulang

Aksi perundungan (bullying) di kalangan pelajar saat ini kembali mencuat dan menjadi sorotan di masyarakat.

Ini Solusi Agar Perilaku Bullying Tidak Kembali Terulang
ISTIMEWA
Screenshot aksi bullying mahasiswa terhadap korban Muhammad Farhan di Kampus Universitas Gunadarma, Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi perundungan (bullying) di kalangan pelajar saat ini kembali mencuat dan menjadi sorotan di masyarakat.

Pertama, kasus perundungan kepada mahasiswa berkebutuhan khusus oleh rekan mahasiswanya di Universitas Gunadarma.

Video tersebut menunjukkan beberapa mahasiswa Universitas Gunadarma nampak sedang beramai-ramai mem-bully Farhan.

Bahkan secara kompak, mahasiswa yang membully tidak hanya menertawakan, tetapi juga tepuk tangan.

Tak lama, aksi bully pelajar kembali mencoreng dunia pendidikan tanah air setelah munculnya video kekerasan yang beredar di media sosial selama 50 detik oleh sejumlah anak berseragam sekolah menunjukkan, sejumlah siswi SMP sedang mengelilingi satu siswi berseragam putih.

Video ini kemudian menjadi viral.

Dalam video tersebut, siswa berseragam putih itu mendapat kekerasan dari sejumlah siswa-siswi lainnya.

Tak ada perlawanan yang dilakukan siswi berseragam putih itu.

Di akhir video, siswi tersebut disuruh mencium tangan siswa dan siswi yang mem-bully-nya.

Menanggapi seringnya terjadi kasus serupa, Wakapolsek Tanah Abang, Kompol Eko Prasetyo memberikan tanggapannya kepada Tribunnews.com, Selasa (18/7/2017) di Polsek Tanah Abang.

"Saya kira, anak itu kan tidak melulu tugas sekolah, orang tua dan lingkungan juga musti care, ke mana anak-anak itu pergi dan apa alasannya itu juga harus diperhatikan anak-anak kita," ujar Kompol Eko Prasetyo.

Penulis: Syahrizal Sidik
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved